Nalar.ID

Fintech Dilarang Akses Data Kontak Peminjam dan Biaya Maksimal Pinjaman

Jakarta, Nalar.ID – Mengenai perlindungan konsumen dalam kegiatan penagihan, kode etik operasional Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) mengatur hal penting. Diantaranya melarang anggotanya mengakses data nomor telepon dan galeri foto pengguna melalui aplikasi.

“Sebenarnya, data kontak itu untuk verifikasi. Tapi aksesnya sudah di luar kendali. Ya, sekalian saja dilarang semuanya,” kata Wakil Ketua AFPI Sunu Widyatmoko, dalam keterangan tertulis, Sabtu (15/12).

Ia mengungkapkan, selain akses data kontak, AFPI, juga melarang penetapan biaya maksimal pinjaman. “Perlindungan konsumen adalah hal sangat serius bagi kami. Jika ada informasi dari pihak terkait (pinjaman fintech) dan terbukti ada pelanggaran, kami mengambil tindakan tegas administratif,” ujar Sunu.

Tindakan administratif dapat dilakukan melalui peringatan tertulis, pembekuan kegiatan usaha, dan pencabutan atau pembatalan tanda terdaftar.

Sekadar informasi, AFPI merupakan asosiasi layanan pinjam meminjam yang terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga kini, ada 75 perusahaan terdaftar di AFPI. Hingga September 2018, total transaksi pinjam meminjam perusahaan yang terdaftar di OJK mencapai Rp13,8 triliun.

Penulis: Febriansyah| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi