Nalar.ID

Galau Pilih BBM? Ini 5 Perbedaan Pertalite dan Pertamax

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Mulai dari solar, Pertalite, hingga Pertamax, mulai Sabtu (3/9/2022), terhitung sejak pukul 14.30 WIB.

Kenaikan ini sedikit banyak berpengaruh terhadap keputusan masyarakat dalam memilih BBM yang sesuai dengan anggaran. Tak sedikit masyarakat berencana beralih menggunakan bahan bakar Pertalite yang memiliki harga lebih rendah agar dapat menghemat ongkos pengeluaran.

Dikutip Nalar.ID dari Lifepal.co.id, berikut perbedaan dasar antara Pertalite dan Pertamax. Harapannya, dengan mengetahui perbedaan tersebut, Anda dapat memilih bakar bakar yang tepat untuk kendaraan.

  1. Nilai oktan

Perbedaan nilai oktan ada pada Pertalite dan Pertamax. Pertalite memiliki RON (Research Octane Number) 90 dan Pertamax 92. Angka ini menunjukan besaran tekanan yang bisa diberi sebelum pembakaran bensin secara spontan. Semakin tinggi nilai oktan bahan bakar, maka BBM akan lebih lama untuk terbakar.

Oktan atau RON berguna sebagai indikator penggunaan bahan bakar bagi kendaraan baru. Biasanya, setiap perusahaan yang memproduksi kendaraan mengeluarkan nilai minimum RON untuk setiap kendaraan.

Bagi kendaraan yang memiliki kompresi tinggi lebih cocok menggunakan bahan bakar beroktan tinggi. Jadi, Anda tinggal mencocokkan bahan bakar yang paling tepat untuk kendaraan yang digunakan.

2. Kompresi mesin

Selanjutnya, kompresi mesin yang bisa dijadikan patokan. Pertamax dibuat untuk mesin dengan kompresi diatas 10:1 sampai 10,9:1. Sementara, pertalite ditujukan untuk kompresi di bawah Pertamax, yaitu 9:1 hingga 10:1.

Meski begitu, pertamax memiliki kandungan kurang lebih sama dengan pertalite, yaitu mengandung zat aditif seperti pembersih, anti karat, dan zat penjaga kemurnian bahan bakar dari air atau demulsifier.

3. Warna cairan

Ini salah satu jadi perbedaan paling mendasar. Bagi yang pernah membeli bensin eceran pasti tahu perbedaan warna ini. Pertalite, biasanya hijau, sedangkan pertamax berwarna biru. Lalu, untuk pertamax turbo berwarna merah.

Diketahui, warna asli BBM hasil produksi dari kilang Pertamina adalah bening. Sehingga untuk memudahkan dalam operasional di lapangan sengaja diberi pewarna berbeda-beda. Selain itu, pemberian warna tiap jenis BBM ini agar konsumen juga mengetahui jenis BBM yang digunakan.

4. Tingkat polusi

Setiap bahan bakar memiliki tingkat polusi berbeda berdasarkan kualitas dari bahan bakar. pemilik kendaraan sebaiknya memperhatikan hal ini untuk menjaga lingkungan lebih sehat.

Semakin tinggi nilai oktan dari BBM, maka polusinya justru semakin kecil. Maka, jika dikomparasi antara pertalite dengan pertamax, maka pertalite jauh lebih berpolusi dibanding dengan pertamax.

5. Harga

Pertalite memiliki harga lebih murah daripada Pertamax. Banyak orang mempertimbangkan untuk membeli Pertalite karena harganya relatif lebih murah daripada Pertamax.

Meski lebih mahal sedikit, faktanya Pertamax lebih irit dari Pertalite. Harga ini berdasarkan tinggi oktan. Semakin tinggi nilai oktan BBM, akan semakin tinggi pula harga jualnya. Maka itu, harga Pertamax lebih mahal daripada harga Pertalite.

Penulis: Alamsyah | Editor: Editor

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi