Nalar.ID

Gandeng Sektor Industri lewat Pendidikan Vokasi

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Perindustrian (Kemenperian) berkomitmen terus mendukung penyediaan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi industri. Sekaligus mendukung program Making Indonesia 4.0.

Salah satunya melalui penyelenggaraan program pendidikan setara Diploma satu (D-1) yang bersinergi dengan industri. “Contoh implementasinya adalah penandatanganan MoU Badan Pengembangan SDM Industri (BPSDMI) Kemenperin dengan PT Pupuk Kaltim,” kata Kepala BPSDMI Kemenperin, Eko S.A. Cahyanto, belum lama ini.

Eko menjelaskan, kegiatan itu bertujuan memenuhi kebutuhan SDM terampil dan kompeten bagi sektor industri. Program vokasi industri yang diselenggarakan BPSDMI Kemenperin diharapkan bisa menciptakan wirausaha industri baru.

“Kemenperin telah memfasilitasi 18 kelas program setara D1 untuk 607 peserta D1 di 10 Provinsi dan 12 kabupaten/kota. Kegiatan pendidikan setara D1 ini salah satu wujud program link and match yang jadi kebutuhan industri,” imbuhnya.

Eko menambahkan, siswa SMA atau SMK yang lulus sebelum usia 18 tahun bisa ikut program setara D-1 itu. Penerapan program ini lebih banyak praktik daripada teori. “Sehingga ketika lulus, bisa jadi tenaga kerja terampil, kompeten, dan mandiri,” terangnya.

Partisipasi BUMN

Diketahui, Kemenperin usai menyelenggarakan wisuda nasional pada 28 November 2020 lalu yang meluluskan 5.775 siswa dan mahasiswa dari 20 unit pendidikan vokasi di lingkungan Kemenperin.

“Sebanyak 78,24% lulusan SMK, serta 43,82% lulusan politeknik dan akademi komunitas terserap di sektor industri. Sementara sisanya melanjutkan pendidikan, menjadi wirausaha dan masih dalam proses rekrutmen di industri,” ujar Eko.

Kemenperin memberikan apresiasi kepada PT Pupuk Kaltim yang menjadi national lighthouse industry 4.0. Perusahaan itu diharapkan bisa jadi agen transformasi industri 4.0 dan mitra Pusat Inovasi Digital Industri (PIDI) 4.0. Hal ini sejalan dengan tekad pemerintah dalam upaya menyiapkan SDM terampil untuk masa depan sehingga bisa beradaptasi dan bertransformasi di era industri 4.0.

Ke depan, Kemenperin akan lebih aktif mendorong partisipasi BUMN, perusahaan swasta untuk menyelenggarakan program-program pengembangan vokasi. Agar industri semakin bersemangat memanfaatkan fasilitas insentif super tax deduction untuk pengembangan kegiatan vokasi.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi