Nalar.ID

Ganjil-Genap Diperpanjang Hingga 31 Desember 2018

Nalar.ID, Jakarta – Perhelatan Asian Para Games 2018, berakhir Sabtu (13/10). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kembali memberlakukan kebijakan ganjil-genap. Kebijakan ini mulai dilakukan sejak 15 Oktober hingga 31 Desember 2018.

Kebijakan ini tertuang di Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta Nomor 106 Tahun 2018 tentang Pembatasan Lalu Lintas dengan Sistem Ganjil Genap yang ditetapkan Jumat (12/10) lalu.

“Perluasan (ganjil-genap) ini diharapkan mampu mengajak masyarakat meninggalkan angkutan pribadi dan beralih ke transportasi umum. Sementara, sudah 42 persen pengendara pribadi pindah ke umum,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Sigit Wijatmoko, soal perluasan ganjil-genap, ditemui di car free day di kawasan Bundaran HI, Minggu (14/10) pagi.

Angka 42 persen bukan sekadar data. Sigit mengungkapkan, peningkatan signifikan peralihan tersebut terjadi pada layanan armada bus Transjakarta. Pada armada tersebut, rekor penumpang tertinggi mencapai 721 pelanggan dalam sehari.

Kedepan, lanjutnya, Pemprov DKI Jakarta punya target. Agar Jakarta bebas macet, pihaknya akan menerapkan Keep Performance Indicator (KPI) atau peningkatan rata-rata kecepatan kendaraan.

Berikut perluasan ganjil-genap di sejumlah ruas jalan, dihimpun tim riset Nalar.ID:

  • Jalan Medan Merdeka Barat
  • Jalan MH. Thamrin
  • Jalan Jenderal Sudirman
  • Sebagian Jalan Jenderal S. Parman (mulai dari simpang Jalan Tomang Raya hingga simpang Jalan KS. Tubun)
  • Jalan Gatot Soebroto
  • Jalan H.R. Rasuna Said
  • Jalan Jenderal MT. Haryono
  • Jalan Jenderal D.I Panjaitan
  • Jalan Jenderal Ahmad Yani

Pembatasan berlaku Senin – Jumat pukul 06.00 – 10.00 WIB, dan 16.00 – 20.00 WIB. Kecuali Sabtu, Minggu, dan libur nasional.

Penulis: Cathlea Veronica | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi