Nalar.ID

GAPEKSINDO Bali: Banyak Proyek Pembangunan Bernilai Tinggi Tak Bisa Diambil Pengusaha Lokal

Nalar.ID, Bali – Gabungan Pengusaha Konstruksi Indonesia (GAPEKSINDO) Denpasar, Bali, mendorong anggotanya untuk melengkapi seluruh kompetensi yang diharuskan agar memiliki kompetensi dan daya saing dalam kompetisi bisnis global.

Mengingat, di Bali saat ini nyaris tak memiliki pengusaha jasa konstruksi berskala besar. Sehingga banyak proyek pembangunan bernilai tinggi tak bisa diambil pengusaha lokal.

“Pengusaha di Bali, khususnya Denpasar, seluruhnya kelas menengah ke bawah, sehingga tak bisa mengambil proyek-proyek berskala besar,” kaat Made Duarsa, Ketua Gapeksindo Bali, kepada Nalar.ID, Jumat (17/1/2020).

Ke depan, tambah Duarsa, diharapkan bisa lahir pengusaha berskala besar sehingga lebih banyak bisa berperan dan bersaing. Selama ini, pengusaha lokal hanya sebagai partner dalam proyek-proyek besar.

Ia juga melihat, selain proyek besar diambil pengusaha luar Bali, juga banyak dikerjakan kontraktor asing. “Banyak juga investor yang memakai kontraktor asing,” tambahnya.

Sejauh ini, menurut pandangannya, proyek-proyek konstruksi masih bisa berjalan dengan baik. “Proyek baik swasta maupun pemerintah cukup banyak, sehingga semua pengusaha bisa jalan,” tambahnya.

Kualitas SDM dan IT
Ia mengatakan dalam menghadapi tantangan dan persaingan ke depan, kualitas sumber daya manusia sangat penting, termasuk di bidang informasi teknologi (IT). Kompetensi dan sertifikasi juga harus terus ditingkatkan bagi jajaran Gapeksindo, sehingga bisa menghasilkan kualitas kerja yang bagus.

Apalagi bisnis di bidang konstruksi sangat dinamis. Dalam arti, persaingan bukan hanya di tingkat lokal, tetapi lingkup sangat luas.

Disinggung soal prospek bisnis konstruksi di 2020 ini, ia mengaku optimis bisa bertumbuh. Sebab andalan usaha konstruksi di sektor properti mulai membaik. “Dominan bisnis konstruksi ini di properti. Jadi kalau properti tumbuh, kita juga ikut selain proyek-proyek yang ada di pemerintah,” tambahnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi