Nalar.ID

Gelaran KBRI Budapest Ragam Kaya Budaya Indonesia

Nalar.ID, Jakarta“Kami sudah tidak sabar lagi ingin berhoneymoon di Bali,” demikian ucapan Csaba dan Csilla, pasangan muda Hongaria saat mengikuti kegiatan promosi budaya Indonesia pada 23 Januari 2022 lalu di Eőtvős 10 Cultural House, Budapest.

Mereka terkesan atas aneka ragam penampilan tarian dan gamelan tradisional Indonesia. ”Kami memilih Bali karena salah satunya, foto-foto yang dipamerkan di sini terlihat Bali seperti sebuah negeri dongeng,” kata Csaba dan Csilla, soal alasannya, dalam keterangan tertulis diterima Nalar.ID.

Dalam kesempatan yang sama, Duta Besar RI untuk Hongaria, Y.M. A.H. Dimas Wahab dalam pembukaannya menuturkan, kegiatan ini adalah teaser diawal tahun.

“Saya berharap adanya protokol new normal dan berakhirnya pandemi Covid-19, warga Hongaria dan masyarakat Eropa bisa kembali berkunjung ke berbagai daerah tujuan wisata di Indonesia,” kata Y.M. A.H. Dimas Wahab.

Adapun, kegiatan bertajuk A Day in Indonesia ini merupakan hasil kerja sama dengan Hopp Ferenc Museum of Asiatic Arts dan Eötvös 10 Cultural House di Budapest.

Promosi budaya Indonesia ini diawali oleh pemutaran video musik dari anak-anak Indonesia yang tergabung dalam Aski Cinta Indonesia. Video ini pun mendapat sambutan hangat dari penonton.

Lalu, yang menjadi unik dan daya tarik kegiatan ini, yaitu sebagian besar para penari membawakan Tari Joged dari Bali, Tari Jejer Jaran Dawuh dari Jawa Timur, dan Tari Bajidor Kahot dari Jawa Barat. Para penari merupakan warga Hongaria. Beberapa di antaranya alumni Darmasiswa RI yang dikelola oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Fotografer Mario Blanco

Sedangkan para nayaga yang membawakan gending-gending klasik Jawa, di antaranya Ladrang Blabak, Gambyong dan Pangkur. Mereka para alumni Darmasiswa dan masyarakat Hongaria yang belajar bermain gamelan di KBRI.

Mereka juga memainkan gending kreasi baru berjudul Bukan Sembarangan yang lebih enerjik. Tak ketinggalan para pelajar dan mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Hongaria ikut memeriahkan acara itu dengan membawakan Tari Topeng dari Betawi dan Tari Saman dari Aceh.

Selain itu para pengunjung bisa menikmati keindahan alam, budaya, dan masyarakat Indonesia dari hasil jepretan kamera Mario Blanco, merupakan fotografer dan seniman kenamaan Tanah Air dari Bali.

Presentasi singkat dan menarik, serta interaktif mengenai Indonesia, dibawakan Dr. Janos Kubasek, Direktur Hungarian Geograpy Museum, dan Ms. Katalin Szeivolt, Museum Education Specialist. Mereka mendapat sambutan hangat dari para pengunjung.

Acara menarik lainnya adalah kegiatan Indonesian Coffee Tasting yang dibawakan oleh ITPC Budapest yang diperagakan langsung oleh salah satu juri coffee tastinginternational kenamaan dari Hongaria, Mr. Tibor Hajcsunk. Kopi yang diperagakan adalah kopi tiga rasa berbeda, yaitu kopi Jawa Preanger, Gayo, dan Toraja.

Lainnya, acara ini juga menyediakan kegiatan edukasi budaya bagi anak-anak dengan memperkenalkan cara membuat wayang dari kertas. Serta mewarnai berbagai bentuk seni budaya Indonesia di arena Kids Corner.

Dalam acara ini, para pengunjung dimanjakan oleh berbagai hidangan makanan khas Indonesia sajian Restoran ASLI, restoran Indonesia di Hongaria. Mulai dari Sate Ayam, Ayam Woku, Soto Ayam, dan Gulai Kambing. Lalu, ada jajanan pasar Wajik, Risoles, Dadar Gulung dan Lemper.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi