Nalar.ID

Geliat Pelanggar Hak Cipta Musik, Ini Upaya Hukum Eddy R. Harwanto

Nalar.ID, Jakarta – Fahmi Shahab, pedangdut Indonesia yang populer dengan lagu ‘Kopi Dangdut’, baru-baru ini menunjuk kantor hukum Dr. Eddy R. Harwanto SH., MH., & Associates di Jakarta sebagai penasehat hukumnya.

Hal ini terkait pelanggaran hukum hak cipta lagu ‘Kopi Dangdut’ yang di unggah salah satu perusahaan label musik ke akun YouTube tanpa izinnya sebagai pemilik hak cipta. Terkait penunjukannya sebagai kuasa hukum, Eddy membenarkan.

“Saya baru tiba di Jakarta, setelah sebelumnya ada sidang di Yogjakarta. Saya di telepon salah satu jurnalis jurnalis nasional di Jakarta, yang memberitahu bahwa ada penyanyi Fahmi Shahab mau minta tolong terkait kasus hak cipta,” kata Eddy, belum lama ini, kepada sejumlah media.

Black YouTuber

Eddy mengungkapkan, Indonesia, dengan kasus pelanggaran hak cipta memang dikenal merajalela. Termasuk cover-cover lagu yang dilakukan oleh black YouTuber Indonesia ke akun YouTube.

“Kesadaran dan pemahaman hukumnya masih cukup lemah. Penindakan hukum pidananya juga masih cukup lemah. Siapapun yang menggunakan produk tanpa izin pemilik hak cipta sebagai pemegang hak cipta dan pelaku pertunjukan, untuk tujuan komersial dan non-komersial tapi dapat mengguntungkan pihak ketiga, bisa di pidana denda dan pidana penjara,” jelas Eddy.

Menurut Eddy, hal itu telah diatur oleh Undang-Undang Hak Cipta (UUHC). Kecuali ada perjanjian kerja sama antara pencipta pemilik hak cipta dan pelaku pertunjukan.

“Jika pengguna hak cipta tidak bayar lisensi atas pengunaan produk hak cipta, tapi ada perjanjian, itu adalah kasus perdata wanprestasi. Namun, jika tidak ada perjanjian lisensi, maka itu pelanggaran pidana hak cipta,” kata Doktor Eddy.

Adapun, pihaknya saya siap mendampinggi Fahmi Shahab. Terlebih dahulu, Eddy akan mempelajari kasusnya serta menentukan pelanggarannya,” kata Doktor, sekaligus pakar Hukum Pidana Ekonomi, dan Hak Kekayaan dan Intelektual Fakultas Hukum, Universitas Muhammadiyah Metro ini.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi