Nalar.ID

Generasi Milenial Sulit Punya Hunian, Mengapa?

Jakarta, Nalar.ID – Generasi milenial, disebut sebagai pasar potensial bagi industri properti di Indonesia. Sebab, generasi milenial mulai memasuki usia kerja sampai 15 – 20 tahun ke depan.

Sayangnya, beberapa waktu terakhir, generasi ini akan sulit punya hunian. Walau telah memiliki pekerjaan tapi harga hunian saat ini masih terlampau mahal.

Ada sejumlah hal sebab keuangan para milenial sulit membeli hunian. Salah satunya apartemen. Managing Director Prajawangsa City Mandrowo Sapto mengatakan, salah satunya adalah gaya hidup generasi milenial yang cenderung konsumtif. Ini membuat mereka kian sulit membeli hunian.

“Mau hidup praktis, aktivitas leisure berlebihan karena ikut tren, atau agar terlihat di media sosial. Sampai terlalu fokus ke gaya hidup konsumtif brand minded dan gadget freak,” kata Mandrowo, dalam siaran tertulis diterima Nalar.ID, Senin (21/1).

Selain itu, kata Mandrowo, para milenial, khusus yang telah berkeluarga, justru lebih memilih tinggal di hunian sistem sewa.

“Sehingga sering terpentok biaya potongan sewa rumah. Ada keinginan mereka beli hunian, tapi mentok dan merasa berat kalau harus bayar sewa dan cicilan kredit pemilikan hunian,” ungkapnya.

Salah satu pilihan tepat milenial agar punya rumah di Jakarta, kata Mandrowo, ialah membeli apartemen atau hunian vertikal. “Soalnya milenial tak akan sanggup mesti membeli rumah tapak di kawasan Jakarta,” imbuhnya.

Selain itu, developer (pengembang) juga ditutut kreatif memberi kemudahan ke generasi milenial untuk membeli hunian.

“Seperti promo down payment (DP) atau memberi kebijakan kreatif lain. Mereka (milenial) dikenal kreatif dan inovatif. Jadi, kita (developer) harus seperti itu juga,” tuturnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi