Nalar.ID

Geram Dihargai Rp 80 Juta per 5 Jam oleh Akun Prostitusi, DJ Dinar Candy Lapor Polisi

Nalar.ID, Jakarta – DJ (disc jockey) Dinar Candy, menyambangi sentra kepolisian terpadu (SPKT) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (13/9) petang. Ia didampingi kuasa hukum Henry Indraguna. Dinar, melaporkan akun Twitter @amoy_angels yang diduga terkait prostitusi online.

Ia melapor kepolisian karena merasa ada fotonya dicatut dalam akun tersebut. Laporan Dinar tertulis sesuai Nomor LP/4832/IX/2018/PMJ/Dit.Reskrimsus. Kata Dinar, dihubungi Sabtu (15/9), pencatutan nama itu, ia ketahui kali pertama dari salah seorang rekan sponsorship yang akan bekerjasama terkait pekerjaan dengan Dinar.

“Aku tahu akun itu mencatut namaku waktu 8 September kemarin dari rekan kerja salah satu klinik brand ambassador-ku. Akun itu nawarin nama aku ke dia (rekan kerja),” kata Dinar. Selain namanya dicatut di katalog, di akun itu, Dinar, disebut dihargai Rp 80 juta per lima jam. Beredarnya katalog itu membuatnya geram.

DJ Dinar Candy - nalar.id
DJ Dinar Candy. (NALAR/Dok.Pribadi)

Beberapa hari setelah informasi itu, ia langsung menghubungi Henry, kuasa hukumnya untuk melakukan upaya hukum. Ia mengaku sudah dirugikan lantaran menyangkut pencemaran nama baik.

“Kami melaporkan akun ini atas dugaan perbuatan melawan hukum yang diatur di dalam Pasal 27 Ayat 3 juncto Pasal 45 UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE,” kata Henry, dihubungi secara tertulis, Sabtu (15/9). Pemilik akun terancam hukuman empat tahun penjara.

Rupanya, tak hanya nama Dinar yang terseret dalam akun yang dilaporkan itu. Sejumlah dugaan artis Indonesia, ikut tersangkut. Mulai dari inisial PT, FLF, ATM, CCT, CPT, DJ RW, dan lainnya.

Dinar wajib melaporkan ke kepolisian karena kuatir masalah ini berimbas pada kontrak kerjanya. Pasalnya, ada salah satu produk yang sudah menunjuknya sebagai brand ambassador, mengancam penghentian kontrak kerja.

“Pembatalan belum tapi pertanyaan dari klien langsung aku perjelas aja. Aku yang melaporkan sekaligus meng-clear-kan namaku,” tambahnya. Maka itu, Dinar ingin masalah ini harus segara diselesaikan karena kontrak kerja-nya sudah terlanjur sign kontrak hingga Januari 2019.

Usai pelaporan kemarin, Henry masih menunggu panggilan dari penyidik untuk segera diperiksa dan diproses lebih lanjut. Ia menambahkan, tujuan pihaknya melaporkan masalah ini ke kepolisian agar klien-nya dan artis-artis lain, ikut terlindungi. “Ini kerugian materiil dan imateriil,” sambungnya.

Sementara, di hubungi terpisah, Jumat (14/9), Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono, membenarkan adanya laporan ini. “Benar, di akun sosial media itu, berisi konten yang mengatakan bahwa pelapor adalah perempuan panggilan, disertai foto, nama, dan harga booking. Terlapor masih tahap penyelidikan,” kata Argo.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi