Nalar.ID

Global Challenge 2021: Adu Pengusaha Muda Bangun Brand Konsumen

Nalar.ID, Jakarta – Beberapa tahun belakangan, minat anak muda Indonesia untuk menjadi pengusaha kian tinggi. Bahkan tertinggi di Asia Tenggara. Survei dari World Economic Forum tahun 2019, pemuda usia 15-35 tahun menemukan, 35,5% dari mereka bercita-cita jadi pengusaha di masa depan.

Kini, Alibaba Group menyediakan peluang bagi para calon wirausahawan muda ini untuk mewujudkan konsep bisnis inovatif mereka jadi kenyataan.

Belum lama ini, Divisi Global Digital Talent (GDT) Alibaba Group mengumumkan peluncuran kompetisi Alibaba GDT Global Challenge 2021. Acara ini adalah perlombaan bagi para pengusaha muda di seluruh dunia guna mengembangkan solusi digital yang sesuai kebutuhan pasar yang terus berevolusi.

Tema kompetisi tahun 2021 berfokus pada potensi brand direct-to-consumer (brand yang dipasarkan langsung untuk konsumen). Tema ini relevan dengan keadaan pandemi yang mendorong konsumen untuk bergeser ke gaya hidup belanja online dan menekankan pentingnya pelaku bisnis untuk menerapkan strategi digital dalam penjualan dan pemasaran produk.

Untuk kali pertama, para peserta berkesempatan untuk bermitra dengan produsen terpercaya yang direkomendasikan oleh GDT Alibaba untuk bisa bersama-sama menciptakan solusi bisnis menjadi nyata.

Para peserta terbaik dari tiap negara, yang akan diumumkan pada November, akan bersaing di babak lanjutan dengan peserta lain dari 12 negara. Termasuk Tiongkok, Kolombia, Perancis, Indonesia, Kazakhstan, Malaysia, Mongolia, Filipina, Korea Selatan, Thailand, Inggris, dan Amerika Serikat.

Tahap Final Global ini akan jatuh pada Desember 2021.

“Masa depan kita akan dipimpin oleh generasi muda di masa kini. Kita telah saksikan banyak terobosan baru yang dicetuskan para anak muda lewat kompetisi di tahun-tahun sebelumnya. Dengan menggabungkan kemahiran digital dari kaum muda dan pengalaman serta rekam jejak para produsen manufaktur kami, kami harap akan banyak produk baru muncul sebagai solusi bagi kebutuhan dan preferensi konsumen saat ini yang makin berorientasi pada lanskap digital,” tukas James Song, Secretary General Alibaba’s Globalization Office.

Tahun lalu, HiPajak, tim yang terdiri dari anak muda dan dipimpin oleh Tracy P. Tardia, meraih gelar Grand Winner di babak final global, usai mengalahkan 2.000 tim dari 15 negara.

Tim ini menawarkan aplikasi penyedia solusi perpajakan untuk mempermudah masyarakat Indonesia dalam menyelesaikan urusan perpajakan. Sejak menang, HiPajak telah bermitra dengan beberapa lembaga pemerintah dan kini membuka putaran pendanaan awal untuk angel investment round.

Tahun ini, para peserta kompetisi akan mendapat berbagai tambahan keuntungan. Termasuk akses eksklusif sesi pelatihan dari para pelatih Alibaba GDT Program yang tersertifikasi, tentang cara membangun strategi brand DTC.

Pelatihan ini meliputi wawasan mengenai brand positioning, customer engagement, riset pasar, dan strategi pemasaran digital.

Para peserta akan dinilai berdasarkan kedalaman proposal mereka dari segi wawasan terhadap konsumen, inovasi, dampak sosial, serta eksekusi keseluruhan dan kemampuan presentasi.

Program GDT Alibaba (sebelumnya disebut dengan Alibaba GET Program) diluncurkan pertama kali tahun 2016. Bertujuan mempromosikan transformasi digital dan pembangunan inklusif melalui inkubasi talenta digital.

Melalui jaringan pelatihan globalnya, program ini telah membantu 80 mitra edukasi dan melatih 1.000 pelatih dan 20 ribu mahasiswa, serta peserta lainnya dari Kolombia, Meksiko, Mongolia, Malaysia, Thailand, Indonesia, Filipina, Rwanda, Singapura, dan Tiongkok.

Penulis: Febriansyah| Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi