Nalar.ID

Go Startup Indonesia, ‘Menjodohkan’ Startup dan Investor

Jakarta, Nalar.ID – Ingin belajar dari kesuksesan Go-Jek, Tokopedia, Traveloka, atau Bukalapak? Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), meluncurkan platform Go Startup Indonesia (GSI). Setelah sukses di Yogyakarta, Surabaya, Batam, Medan, Bali, dan Bandung, roadshow digelar di Jakarta, Senin (29/10).

GSI adalah platform perjodohan yang dibuat Bekraf untuk pengusaha rintisan (startup) dan investor. Dalam roadshow ini, Bekraf, memberikan talkshow. Tema seputar akses permodalan untuk startup dan mentoring dengan materi scalling up your startup.

Termasuk mengadakan kompetisi pitching, paparan startup untuk mendapatkan investasi. Pitching yang baik adalah salah satu modal startup untuk menarik minat investor berinvestasi pada bisnis mereka. Sehingga, kemampuan pitching sangat penting bagi startup.

“Kami sudah mendapatkan enam pemenang dari roadshow di kota-kota sebelumnya. Hari ini kami menyeleksi dan memilih satu pemenang asal Jakarta,” kata Direktur Akses Non Perbankan Bekraf, Syaifullah, ditemui Nalar.ID, usai acara.

Dorong Melantai ke Bursa Efek

Nantinya, lanjut Syaifullah, para pemenang akan bertanding kembali di final. Dalam kompetisi ini, Bekraf, bertujuan meningkatkan dan mengembangkan ekosistem startup di Indonesia. GSI merupakan salah satu platform untuk mensinergikan stakeholder startup guna mempercepat terciptanya ekosistem startup yang kondusif.

Di ajang ini, Bekraf dan BEI, mendorong startup melantai ke bursa dan scale up. Sekaligus melakukan Initial Public Offering (IPO), yaitu menawarkan saham sebagai alternatif investasi startup.

Sebelumnya, startup yang mengikuti kompetisi ini telah diakurasi melalui pitch deck hasil kiriman mereka. Beberapa hal yang dinilai saat proses kurasi, diataranya potensi pasar, tim berpengalaman dan ahli di bidangnya, serta traction.

Go Startup Indonesia - nalar.id
Pengumuman pemenang Go Startup Indonesia (GSI), di Jakarta, Senin (29/10). (Nalar.id/Ceppy F. Bachtiar)

Nantinya, pemenang roadshow asal Jakarta akan memperebutkan gelar juara dengan enam startup pemenang dari kota lain. Juara umum kompetisi pitching akan mendapatkan mentorship bootchamp internasional dari IDX Mutual Fund, bergabung pada IDX Incubator, dan terkoneksi dengan investor global.

Sebagai informasi, Bekraf, adalah lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab di bidang ekonomi kreatif. Kepala Bekraf dipimpin Triawan Munaf. Lembaga ini bertugas membantu Presiden RI dalam merumuskan, menetapkan, mengoordinasikan, dan sinkronisasi kebijakan ekonomi kreatif di bidang aplikasi dan game developer.

Termasuk arsitektur, desain interior, desain komunikasi visual, desain produk, fashion, film animasi dan video, fotografi, kriya, kuliner, musik, penerbitan, periklanan, seni pertunjukan, seni rupa, televisi, dan radio.

GSI, bisa diterjemahkan sebagai ‘Government Support for startup’s in Indonesia’. Platform GSI merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (MoU) antara Bekraf dan BEI pada April lalu. Berisi tentang program IDX Incubator, sebagai bentuk dukungan dan pengembangan startup ekonomi kreatif guna mendorong akses permodalan bagi perusahaan rintisan melalui go public.

Tak Hanya Aspek Teknis

Pada tahap awal, kata Syaifullah, founder dari startup, seringkali lebih fokus pada aspek teknis ketimbang aspek manajerial, administrasi, dan keuangan. “Maka itu, platform GSI akan mendorong financial literacy for startup sehingga bisa ke arah dan pengembangan bisnis startup yang sudah dirancang dari awal,” sambungnya.

Kepala Bekraf Triawan Munaf, dalam kesempatan sebelumnya, menyampaikan bahwa platform ini adalah semangat dan gerakan mempercepat pertumbuhan ekosistem kondusif, khususnya untuk sektor ekonomi kreatif di sejumlah tingkat siklus usaha rintisan.

GSI bisa diakses melalui http://v2.gostartupindonesia.id. Melalui situs ini, para startup berkesempatan terhubung pada ekosistem startup di Indonesia. Situs ini menyediakan informasi antara startup yang membutuhkan investor. Juga para investor yang memiliki kepentingan untuk berinvestasi.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi