Nalar.ID

Goodbye, Path!

Nalar.ID, Jakarta – Dengan berat hati, Path, mengumumkan pihaknya akan menghentikan layanan mereka. Path, dalam laman resminya, path.com, mengonfirmasi tentang kabar tutupnya layanan mereka.

Informasi dan kabar ini, pihaknya sebar dari situs resmi dan akun Twitter mereka, Senin (17/9). Dalam keterangan singkat resmi di Twitter @path, mereka begitu menyesal menghentikan operasional layanan ini.

Di akun-nya, Path, berkicau: “It is with deep regret to announce that Path service will be discontinued. It has been a long journey and we sincerely thank each one of you for your years of love and support Path. Please visit here https://path.com/goodbye for more details.”

Path Tutup - nalar.id
Tampilan pengumuman Path. (NALAR/path.com)

Perjalanan Path mencapai usia 8 tahun. Didirikan oleh tiga serangkai, Dave Morin, Shawn Fanning, dan Dustin Mierau, di San Fransisco, California, Amerika Serikat, pada November 2010. Selama itu, Path, menyebut telah tertawa dan menangis bersama pengguna. Diketahui, media sosial ini, bermula dari tim kecil tahun 2010. Mereka bermula dari bidang desain maupun engineer.

Pihaknya, dalam pengumuman turut mengatakan, selama bertahun-tahun, mereka sudah mencoba menetapkan misi melalui teknologi dan desain. Tujuannya, menjadi sumber kebahagiaan, bermakna, dan koneksi ke pengguna.

Walau menyatakan tutup, media sosial yang identik dengan warna merah menyala ini memberi waktu ke pengguna untuk bersiap, disertai embel-embel ‘The Last Goodbye’. Wajar, Path, salah satu media sosial pencinta dan kesayangan di Indonesia. Pasalnya, Indonesia, salah satu negara berbasis pengguna Path terbanyak.

Selain keterangan tersebut, Path, menjelaskan proses dan tahapan penyetopan layanan:

17 September 2018 – Notifikasi penyetopan layanan

1 Oktober 2018 – Tak bisa unduh dan memperbarui aplikasi di iTunes serta Google Play

18 Oktober 2018 – Path tak bisa lagi diakses

11 November 2018 – Semua customer service Path tak lagi aktif dan ditutup

Penulis: Febriansyah Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi