Nalar.ID

Gusti Rosalina: Jakarta Harus Mampu jadi Kota Ramah Anak

Nalar.ID – Dalam waktu dekat, atau 14 September 2019 mendatang, Pemerintah Kota Bandung, Jawa Barat, melalui akan meluncurkan  lima program inovasi pada perayaan Hari Anak Nasional (HAN).

Peluncuran ini dilaksanakan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Bandung.

Lima program yang dijalankan, diantaranya Senam Kota Layak Anak, Bandung Kota Ramah Anak Agamis, Sekolah Ramah Anak, Kota Layak Anak dan Bandung SAE (Sadayana ASI Eksklusif).

Sebelumnya Kota Kembang ini juga mendapatkan apresiasi sebagai Kota Layak Anak Kategori Nindya tingkat nasional. Kemudian, mendapat penghargaan dari Gubernur Jawa Barat sebagai kota peraih kategori Nindya selama dua tahun berturut-turut.

Prestasi kota ini menyulut perhatian Gusti Rosalina, Ketua Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan Perempuan dan Anak dari Perempuan Merah Putih.

Gusti Rosalina Oca - nalar.id
Gusti Rosalina. NALAR/Dok.pribadi.

Ia menyambut baik peluncuran program inovasi tersebut. “Bagus sekali (program inovasi) karena kita butuh generasi Indonesia yang berkualitas dan sehat jasmani serta rohani,” ucapnya, dihubungi Sabtu (7/9).

Good Will

Bagaimana dengan di Kota Jakarta, apakah mampu menyontoh Bandung sebagai Kota Ramah Anak? Oca, sapaan akrab Rosalina, mengatakan bahwa bisa saja Jakarta mampu meraih kota ramah anak.

“Bisa saja, sebab hal ini terkait dengan good will pemerintah,” tambahnya.

Oca menambahkan, sebuah kota bisa dikategorikan sebagai kota ramah anak jika concern dengan hal yang terkait dengan pertumbuhan anak.

“Sejauh ini, Jakarta belum maksimal (menjadi kota ramah anak) karena belum menyediakan tempat anak anak-anak untuk bermain. Tempat-tempat itu bisa untuk sosialisasi sesuai dengan masa pertumbuhan kembang anak,” jelasnya.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi