Nalar.ID

Hadir di Tarakan, Go-jek Buka Peluang UMKM Go Online

Nalar.ID – Go-jek, penyedia layanan on-demand berbasis aplikasi terbesar di Indonesia, kini hadir di Kota Tarakan, Kalimantan. Sejak berdiri tahun 2010, dan aplikasinya meluncur pada 2015, layanan ini membuktikan bahwa pengemudi ojek dapat melakukan banyak hal.

Lebih dari sekadar memberi layanan transportasi, melalui teknologi, Go-jek meningkatkan taraf hidup jutaan pengusaha mikro. Termasuk mitra pengemudi, pemilik restoran, pengusaha rumahan dan profesional lain.

Bantu Sektor Informal

Hadirnya Go-jek di Tarakan, diharapkan, bisa membantu masyarakat mendapatkan berbagai layanan lengkap dengan mudah. Termasuk membantu pekerja sektor informal serta usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) memperoleh pendapatan lebih baik melalui teknologi.

Hadirnya Go-jek di Tarakan dihadiri oleh Wakil Gubernur Kalimantan Utara, H. Udin Hianggio. Dalam pidatonya, wagub mengatakan, “Kehadiran Go-jek bisa membuka kesempatan tercipta lapangan pekerjaan. Sekaligus meningkatkan daya saing UMKM di Indonesia, khususnya di Tarakan,” ujar Udin, dalam pidatonya, melalui siaran tertulis yang diterima Nalar.ID, Sabtu (6/4).

Wagub juga berharap para mitra driver dalam pelayanannya menaati peraturan lalu lintas. “Go-jek memiliki misi memberi manfaat sosial seluas mungkin bagi jutaan masyarakat Indonesia,” kata VP Gojek Regional Indonesia Bagian Timur, Anandita Danaatmadja.

Komitmen Go-jek dalam mendorong kesejahteraan mitra berdampak positif terhadap perekonomian Indonesia. Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (L­D FEB UI) tahun 2018 mengungkapkan, Go-jek berkontribusi Rp16,5 triliun per tahun dari penghasilan mitra driver. Serta Rp18 triliun dari mitra UMKM terhadap perekonomian nasional.

Manfaat bagi Tarakan

Di Tarakan, Go-jek akan mulai beroperasi dengan tiga layanan. Go-ride untuk antar penumpang, Go-food untuk makanan, dan Go-send untuk barang.

Selain kemudahan transportasi, Go-jek di sini komitmen mendukung pengembangan sektor UMKM. Dari data Dinas Koperasi dan UMKM Kalimantan Utara, di Tarakan ada 5.450 pelaku sektor UMKM. Di mana, 90 persen dikategorikan sebagai usaha mikro.

“Berdasarkan riset LD FEB UI tahun 2018, 93 persen UMKM mengalami peningkatan transaksi setelah bergabung dengan Go-jek. Meningkatnya jumlah transaksi, akan berdampak pada perkembangan usaha mereka,” tambah Anandita.

Saat ini, aplikasi Go-jek telah di unggah lebih dari 125 juta kali per Oktober 2018. Termasuk dinikmati masyarakat di 200 kota dan kabupaten di Indonesia.

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi