Nalar.ID

Hal-hal ‘Receh’, Ide Awal Startup

Nalar.ID – Dalam sebuah seminar di Shangri-La Hotel, Jakarta, Rabu (27/2), Menteri Keuangan Sri Mulyani mengapresiasi ide para founder startup unicorn di Indonesia.

Ia menganggap, para founder mampu mengubah sesuatu ‘recehan” menjadi sebuah emas. Tak ayal, ide-ide itu berhasil membuat para perusahaannya memiliki status unicorn atau bisnis dengan valuasi diatas 1 miliar dolar AS.

Kata Mulyani, para pengusaha unicorn itu memikirkan sesuatu yang orang lain tidak pikirkan. “Ternyata menjadi bisnis. Mereka menghubungkan sesuatu yang sebelumnya banyak orang anggap sepele, kecil, dan ‘receh’. Kalau skala itu bisa ditingkatkan, ternyata bisa jadi miliar sampai triliun,” katanya.

Ia menyebut GoPay. Platform pembayaran itu, kata Mulyani, awalnya survei kepada kebiasaan belanja para ibu arisan. “Mereka lalu menganalisis perputaran uang para ibu arisan. Nongkrongin juga (ibu-ibu arisan). Sampai urusan beli panci, mereka (unicorn) perhatikan betul. Buat mereka, rupiah yang beredar adalah bisnis mereka,” jelasnya.

Perkuat Infrastruktur Jaringan

Kendati demikian, lanjut Mulyani, ide harus diiringi ketelatenan. Menurutnya, segala usaha bisa sukses dimulai dengan cara memerhatikan hal-hal kecil yang kerap diabaikan orang.

Bagaimana reaksi pemerintah?

“Pemerintah menyediakan kesamaan level playing field. Jadi, semua orang punya kesempatan sama membangun bisnis rintisan (startup),” sambungnya.

Salah satunya adalah membangun infrastruktur jaringan dari Sabang hingga Merauke. Dengan infrastruktur tersebut, kata Mulyani, para startup tidak terbebani ongkos birokrasi, transportasi, hingga listrik. “Kita coba address semua supaya bisa merasakan (level playing field) semakin tersedia dan besar,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi