Nalar.ID

Harapan Raden Siti Fitrie Kirana untuk Ekonomi Nasional Lima Tahun ke Depan

Nalar.ID – Pasca pemilihan presiden 2019, sejumlah pengusaha dalam negeri menyampaikan harapan kepada pemerintah selama lima tahun ke depan.

Salah satunya Raden Siti Fitrie Kirana, pengusaha perempuan yang tergabung dalam asosiasi Kamar Dagang dan Industri atau Kadin Indonesia, dan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) ini.

Artis yang kini telah berhijrah tersebut berharap, pemerintah mampu menggerakkan ekonomi Indonesia dalam lima tahun ke depan. Bagaimana strategi dan upaya untuk mendorong pemerintah terkait hal tersebut?

Berikut petikan wawancara Ketua Yayasan Perlindungan Perempuan dan Anak (YPPA) Raden Siti Fitrie Kirana, kepada Nalar.ID, Selasa (11/6/2019):

Harapan Anda terkait ekonomi Indonesia 5 tahun ke depan?

Pemerintah mampu menggerakkan ekonomi Indonesia lebih baik ke depan. Peningkatan gerak perekonomian Indonesia itu bisa dilakukan melalui remitansi atau transfer dana melalui para tenaga kerja Indonesia (TKI).

Langkahnya?

Pertama, harus menggerakkan ekonomi kita dahulu. Ini berkaitan dengan penerimaan dari remitansi TKI. Dari TKI, kita hanya dapat 10 miliar dolar AS. Kita bandingkan dengan Filipina, penerimaan remitansi dari tenaga kerjanya saja sudah mencapai 30 miliar dolar AS. Fokus di sini saja dulu 5 tahun ke depan melalui pelatihan, sehingga pendapatan mereka bisa meningkat 2-3 kali lipat.

Selain itu?

Mendorong peningkatan pendapatan dari wisatawan atau turis dalam menggerakkan ekonomi. Upaya itu diharapkan dapat menjadi salah satu pendongkrak ekonomi di masa depan. Inilah prioritas utama.

Apa lagi?

Saya berharap, pengusaha selalu diajak oleh pemerintah dalam menyusun paket kebijakan ekonomi ke depan.

Mengapa?

Selama ini, paket kebijakan ekonomi yang dikeluarkan pemerintah belum mengajak dunia usaha seperti KADIN, IWAPI dan asosiasi lain, sebelum menerbitkan paket tersebut. Artinya, selama ini announce (diumumkan) dulu, baru diperbaiki. Makanya, dari awal, asosiasi terkait harus diajak pemerintah ikut, kebijakan itu seperti apa. Lalu persoalan yang dihadapi seperti apa, sehingga saatnya nanti, inisiatif itu diumumkan dan sudah diketahui.

Ilustrasi. NALAR/Shutterstock

Bagaimana dengan pemerintah saat ini?

Pemerintahan Jokowi perlu mempercepat gerak transformasi struktural. Salah satunya pada sektor ketenagakerjaan. Investasi masif pada infrastruktur, jika tidak disertai pembenahan produktivitas SDM, hanya akan menyebabkan diminishing returns dari infrastruktur itu.

Apa yang sudah pemerintah benahi?

Prioritas pembenahan sumber daya manusia (SDM) sudah ditunjukkan Presiden Jokowi dengan menempatkan peningkatan kualitas SDM sebagai misi penting jika kembali menjabat. Peningkatan kualitas SDM ini perlu diikuti perbaikan kebijakan pasar tenaga kerja dan aturan ketenagakerjaan yang lebih fleksibel.

Selain itu?

Menurut lapangan usaha, penyumbang terbesar pendapatan domestik bruto (PDB) Indonesia ialah sektor manufaktur.

Seperti apa?

Jika produktivitas tenaga kerja naik signifikan, termasuk (tenaga kerja) sektor manufaktur, kita akan lebih banyak memproduksi produk bernilai tambah tinggi (higher value-added goods). Kebijakan yang lebih luwes juga diperlukan untuk mendorong perpindahan tenaga kerja dari sektor pertanian, informal, dan tradisional ke sektor manufaktur maupun sektor jasa.

Harapan untuk pemerintah?

Lebih ditingkatkan loyalitas dan sumber daya manusia.

Untuk mendorong peningkatan dan menggerakkan roda ekonomi, apa saja prioritas dan upaya pemerintah?

Seperti saya kaji dari pemberitaan yang berkembang, kita bisa memperbaiki dan melakukan beberapa hal. Antara lain:

  • Pertama, memperbaiki kualitas infrastruktur guna mendorong minat investasi asing. Serta mengurangi biaya ekonomi yang cukup tinggi.
  • Dua, mendorong sektor agriculture dan usaha kecil menengah agar tetap tumbuh. Sebab sektor ini tahan terhadap gejolak dan menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang besar. Sekaligus bisa didukung dalam perkembangannya.
  • Tiga, mendorong kualitas SDM dalam setiap sektor.
  • Empat, mendorong atau meningkatkan sektor industri yang bisa subtitusi impor sehingga mempunyai nilai tambah.
  • Lima, menerapkan peraturan easy of doing business agar iklim investasi tumbuh berkelanjutan dan menjadi lancar.

Sebagai pelaku usaha, apakah hasil Pemilu 2019 lalu sudah sesuai harapan Anda?

Insha Allah, ada harapan dan perbaikan kedepan.

Menurut Anda, bagaimana strategi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi?

Saya harap pemerintah kedepan lebih meningkatkan dan memperhatikan ini beberapa hal.

Pertama, mampu menyerap banyak tenaga kerja. Karena sektor industri ini cukup beragam dan luas. Angka penyerapan tenaga kerjanya cenderung lebih banyak dari industri lain. Apalagi jika SDM di Indonesia dibekali dengan kemampuan khusus. Permintaan tenaga kerja berbakat pasti selalu tinggi dalam industri ini.

Kedua, dapat menciptakan identitas bangsa. Seperti K-Pop di Korea Selatan, atau Hollywood di Amerika Serikat, keberadaan industri kreatif di negara kita juga dapat membuat Indonesia memiliki identitas unik yang tak dimiliki bangsa lain. Contoh, saat ini Indonesia dikenal sebagai negara penghasil kain batik yang berhasil diekspor ke berbagai negara di dunia. Ayo bangkit Indonesiaku!

Ketiga, dapat merangsang kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi merupakan dua hal yang selalu dilakukan para pelaku kreatif ekonomi untuk mengembangkan industri ini. Karena terbiasa, secara natural setiap kebijakan yang dilakukan pasti merangsang jiwa kreatif dan inovatif dalam diri pelaku ekonomi kreatif.

Ekonomi kreatif merupakan industri yang memanfaatkan kreativitas, bakat, dan kemampuan individu untuk menciptakan kesejahteraan dan lapangan pekerjaan. Industri ini mengeksploitasi hasil karya seseorang seperti kerajinan tangan, karya tulis, musik, seni pertunjukan, film, kuliner, dan lain-lain.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi