Nalar.ID

Hati-hati Menggunakan Medsos

Nalar.ID – Priyagus Widodo merupakan sosok pengacara kondang. Ia kerap tampil di layar kaca menangani kasus artis-artis Ibukota. Kini, ia sendiri yang harus berurusan dengan kepolisian.

Ia diminta sebagai saksi dalam perkara Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronika (ITE) yang menyebarkan berita hoaks yang dilaporkan oleh pengacara Andar Situmorang di Polres Jakarta Timur dengan terlapor pengacara Hotman Paris.

Kasus ini bermula ketika Hotman membuat vlog (video bloger) tentang seorang oknum polisi yang diduga menganiaya seseorang di Pulau Bangka, seakan-akan Hotman yang telah memviralkan berita tersebut hingga terjadi suatu tindakan hukum terhadap oknum polisi tersebut.

Namun, menurut Andar, itu adalah berita hoaks, sebab Hotman bukan pimpinan Polri. Bukan pula Humas Polri. “Bagaimana mungkin dia bisa melakukan tindakan hukum terhadap oknum polisi tersebut? Itu jelas pembohongan publik,” tegas Andar, Minggu (11/8).

Sedangkan keterlibatan pengacara Priyagus dalam kasus ini karena ia admin grup WhatsApp (WA) bernama ‘NKRI Harga Mati’ yang diduga telah ikut menyebarkan berita hoaks dalam grup-nya.

Maka itu, perlu didengar keterangannya sebagai saksi dalam perkara ITE itu. Menurutnya, penyidik Polres Jakarta Timur harus bekerja profesional dan tidak perlu melebar kemana-mana.

Cukup fokus membuktikan apakah benar Hotman telah menyebarkan berita hoaks. Jika benar, segera sidik dan tersangkakan Hotman.

Sebaliknya, jika tidak cukup bukti, segera terbitkan SP3 (Surat Perintah Penghentian Penyidikan) agar Andar mendapatkan kepastian hukum atas laporannya.

Kepada masyarakat, ia mengingatkan agar hati-hati. Jangan sembarangan menjadi admin grup WA. Sebab bisa dimintakan keterangannya terkait berita-berita hoaks yang beredar dalam grup-nya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi