Nalar.ID

Heboh Larangan Turis Bawa Motor di Bali, Ini Kata Harry Tjahaja Purnama

Nalar.ID, JAKARTA – Heboh sejak beberapa waktu lalu, aksi turis asing atau bule, mengendarai motor dengan sejumlah pelanggaran. Mulai dari ugal-ugalan hingga tidak mengenakan pengaman atau helm.

Terkait sorotan hingga saat ini, kepolisian Bali tak akan melarang bule naik motor di Bali. Asalkan, lanjutnya, patuh dan taat dengan ketentuan.

Gubernur Bali, I Wayan Koster ikut berkomentar. Ia turut melarang para bule menyewa motor di Bali. Dalam waktu dekat, pihaknya akan mengesahkan larangan itu dalam bentuk peraturan daerah.

Menanggapi fenomena tersebut, Harry Tjahaja Purnama, angkat bicara. Sebagai pengamat pariwisata sekaligus Wakil Ketua Asparnas (Asosiasi Pariwisata Nasional), Harry ikut menanggapi secara serius.

“Mengenai turis dilarang naik motor di Bali, dengan situasi Covid-19 sekarang ini, terus terang, banyak teman-teman di hospitality (rumah sakit) yang gulung tikar. Sedangkan, banyak penduduk di Bali, yang saya lihat, menyewakan motor sebagai mata pencaharian mereka,” kata Harry, dalam keterangan tertulis diterima Nalar.ID, Jumat (24/3/2023).

SIM Khusus

Termasuk ketika Harry berkunjung ke Bali pun, entah saat dinas kerja atau berlibur, ia turut merasakan manfaat menggunakan motor selama berada di Pulau Dewata. “Karena insfratruktur Bali memang memudahkan (ke mana saja) kalau kita memiliki motor,” tambahnya.

Namun, permasalahannya, dengan larangan turis menggunakan motor, Harry mempertanyakan efek negatif bakal ke arah mana.

“Mungkin, kalau saya berpikir, daripada ditutup dan tidak boleh naik motor, kenapa kita tidak buat SIM khusus untuk turis? Jadi, turis sehari itu, dia belajar motor lalu dapat SIM. Jadi, pemerintah daerah dapat income dari situ. Jadi, turis bisa belajar mengemudikan motor di Bali,” jelasnya.

Ketiga, lanjutnya, untuk para pelaku UMKM yang menyewakan motor juga masih tetap bisa hidup di Bali.

“Toh, kalau pun nanti turisnya kecelakaan, dia (turis) juga bayar ke rumah sakit,” tukasnya.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi