Nalar.ID

Ibukota Siap Jadi Destinasi Wisata Halal

Jakarta, Nalar.ID – Wisata halal di Jakarta dinilai sangat berpotensi. Wisata ini memiliki value ekonomi tinggi. Diprediksi, pasar ini akan terus tumbuh dengan spending atau pengeluaran menjanjikan. Apalagi, versi dari Kementerian Pariwisata, Jakarta masuk 10 destinasi prioritas pengembangan wisata halal.

Bahkan, Indonesia masuk 4 besar destinasi wisata halal global. “Diprediksi akan terus berkembang. Harapannya, Jakarta mampu memanfaatkan tren itu. Potensinya besar, harus dioptimalkan sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta,” ujar Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jakarta Trisno Nugroho, ditemui di Jakarta, Rabu (16/1).

Trisno menambahkan, kontribusi wisata halal cukup signifikan untuk mengerek penghasil devisa. Termasuk mengoptimalkan income dari aktivitas transaksi belanja dengan arus wisatawan yang besar.

Aspek 3A

Di kesempatan terpisah, Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata, Riyanto Sofyan, menyampaikan hal senada. “Jakarta punya semua. Aspek 3A –nya luar biasa. Ada Atraksi, aksesibilitas, dan amenitas terbaik. Dari potensi ini, Jakarta bisa untung lebih besar dari daerah lain,” ucap Riyanto.

Berdasarkan catatan Mastercard Crescent Rating-Global Muslim Travel Index (GMTI), Indonesia dan Uni Emirat Arab, ada di strip 2. Skor masing-masing 72. Skor Indonesia hanya terpaut 9 dari Malaysia. Jumlah negara anggota GMTI sendiri mencapai 130. Artinya, Indonesia memiliki pondasi kuat membidik posisi teratas di 2019.

“Pasar global untuk wisata halal terus tumbuh. Progresnya menjanjikan. Ini (pasar) harus kita (Indonesia) rebut,” tukas Deputi Bidang Pemasaran I Kemenpar Rizki Handayani Mustafa, Rabu (16/1).

Diketahui, pertumbuhan wisatawan signifikan terjadi pada sektor wisata halal. Tahun 2000, wisata halal meraup potensi 25 juta wisatawan muslim. Posisi naik signifikan 424 persen tahun 2017. Sementara, untuk riil, ada di angka 131 juta wisatawan muslim.

“Jumlah pertumbuhan wisatawan muslim 2017 naik 8,3 persen dari sebelumnya 2016. Diperkirakan, mengalami puncaknya di angka 156 Juta orang pada 2020,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya.

Penulis: Erha Randy, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi