Nalar.ID

ICMI Kalbar Harap Putusan MK Berdampak Baik Rawat Kehidupan Daerah

Nalar.ID – Pembacaan putusan perselisihan hasil pemilihan umum 2019 pada 27 Juni lalu diharapkan tidak menimbulkan kekacauan di Indonesia. Keinginan itu dikemukakan Ketua Majelis Pengurus Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia Provinsi Kalimantan Barat (MPW ICMI Kalbar) Prof. Thamrin Usman, di Pontianak, Kalbar, Senin (1/7/2019) lalu.

Menurut Thamrin, berbagai dampak yang muncul bila terjadi kekacauan akibat putusan sengketa Pilpres 2019. Termasuk dirasakan ke masyarakat daerah.

Bukan hanya dari aspek kerugian ekonomi, politik, hukum saja, tapi ada efek domino negatif ke tingkat daerah seperti pudarnya toleransi yang kuat di daerah, tak ada lagi menjaga tradisi adat dan rekatnya silaturahmi.

“Rata-rata, kan masyarakat di daerah itu masih dikenal kental dengan adat atau tradisi leluhunya. Masih menjaga budaya asli daerahnya. Nah jika kacau akibat putusan perselisihan Pilpres 2019? Itu semua lenyap, daerah lupa budayanya,” ucap Thamrin, kepada Nalar.ID.

Ia menuturkan, amat mungkin saja akhirnya masyarakat di daerah saling bersikap curiga satu dengan lainnya. Padahal, selama ini silaturahmi masyarakat di daerah dianggap amat kuat.

Thamrin mengimbau, semua pihak yang berselisih pada Pilpres 2019 dapat menerima putusan majelis hakim MK dengan ‘legowo’. Setelah putusan majelis hakim MK, semua pihak wajib kembali menyandarkan prinsip menjaga nama baik Indonesia dan kekayaan nilai daerah di kancah bangsa-bangsa Internasional.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi