Nalar.ID

Ini 50 Miliarder Indonesia

Jakarta, Nalar.ID – Tahun ini, majalah Forbes menyusun daftar orang terkaya Indonesia. Ada 50 miliarder Indonesia masuk daftar Indoneisa’s Riches 50 yang dirilis Forbes tahun ini.

Tercatat, kekayaan 50 miliarder tahun 2018 mencetak rekor tertinggi, yakni 129 miliar dolar AS, atau Rp 1.870 triliun (kurs Rp 14.500 per dolar AS/Amerika Serikat) ketimbang periode 2017 sebesar 126 miliar dolar AS.

Menariknya, untuk masuk daftar 50 miliarder terkaya Indonesia, harus minimal memiliki kekayaan 600 juta dolar AS. Angka ini naik 150 juta dolar AS ketimbang periode 2017. Daftar 50 miliarder ini mengacu harga saham dan nilai tukar per 30 November 2018.

Berikut peringkat 50 miliarder Tanah Air, dikutip Forbes, Jumat (14/12):

  1. R.Budi dan Michael Hartono (USD35 miliar, bank dan rokok)
  2. Susilo Wonowidjojo (USD9,2 miliar, tembakau)
  3. Eka Tjipta Widjaja, (USD8,6 miliar, minyak kelapa sawit)
  4. Sri Prakash Lohia (USD7,5 miliar, petrokimia)
  5. Anthoni Salim (USD5,3 miliar, makanan)
  6. Tahir (USD4,5 miliar, properti, perbankan)
  7. Chairul Tanjung (USD3,5 miliar, media, retail)
  8. Boenjamin Setiawan (USD3,2 miliar, petrokimia)
  9. Jogi Hendra Atmadja (USD3,1 miliar, barang konsumsi)
  10. Prajogo Pangestu (USD3 miliar, petrokimia)
  11. Low Tuck Kwong (USD2,5 miliar, batu bara)
  12. Mochtar Riady (USD2,3 miliar, properti, real estate, media)
  13. Putera Sampoerna (USD1,75 miliar, investasi)
  14. Peter Sondakh (USD1,7 miliar, investasi)
  15. Martua Sitorus (USD1,69 miliar, minyak kelapa sawit)
  16. Garibaldi Thohir (USD1,67 miliar, batu bara)
  17. Theodore Rachmat (USD1,6 miliar, tambang)
  18. Kuncoro Wibowo (USD1,58 miliar, retail, tools)
  19. Alexander Tedja (USD1,5 miliar, real estate)
  20. Husain Djojonegoro (USD1,46, barang konsumsi)
  21. Bachtiar Karim (USD1,45 miliar, minyak kelapa sawit)
  22. Murdaya Poo (USD1,4 miliar, properti, kebun sawit)
  23. Eddy Katuari USD1,35 miliar, barang konsumsi)
  24. Djoko Susanto (USD1,33 miliar, supermarket)
  25. Sukanto Tanoto (USD1,3 miliar, pengolahan kayu)
  26. Eddy Kusnandi Sariaatmadja (USD1,29 miliar, media dan teknologi)
  27. Ciputra (USD1,2 miliar, real estate)
  28. Ciliandra Fangiono (USD1,19 miliar, minyak kelapa sawit)
  29. Husodo Angkosubroto (USD1,15 miliar, agribisnis, properti, dan asuransi)
  30. Harjo Susanto (USD1,1 miliar, barang konsumsi)
  31. Harry Tanoesoedibjo (USD980 juta, media)
  32. Sudhamek (USD920 juta, makanan ringan dan minuman)
  33. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono (USD910 juta, minyak sawit dan penambangan nikel)
  34. Osbert Lyman (USD900 juta, real estate)
  35. Hashim Djojohadikusumo (USD850 juta, beragam bisnis)
  36. Sjamsul Nursalim (USD810 juta, ban dan ritel)
  37. Kusnan dan Rusdi Kirana (USD800 juta, maskapai penerbangan)
  38. Danny Nugroho (USD790 juta, perbankan)
  39. Soegiarto Adikoesomo (USD780 juta, bahan kimia)
  40. Aksa Mahmud (USD775 juta, semen)
  41. Irwan Hidayat (USD750 juta, obat bahan alami)
  42. Achmad Hamami (USD725 juta, alat berat)
  43. Tjokrosaputro Benny (USD670 juta, pengembangan properti)
  44. Arini Subianto (USD665 juta, batu bara dan minyak sawit)
  45. Edwin Soeryadjaja (USD660 juta, batu bara dan investasi)
  46. Arifin Panigoro (USD655 juta, minyak)
  47. Sabana Prawirawijaya (USD640 juta, makanan)
  48. Kardja Rahardjo (USD625 juta, jasa pengiriman)
  49. Kartini Muljadi (USD610 juta, obat-obatan)
  50. Abdul Rasyid (USD600 juta, kayu dan kelapa sawit)

Penulis: Veronica Dilla, Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar | Sumber: Forbes

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi