Nalar.ID

Ini Alasan ASN Tidak Boleh Gaptek

Nalar.ID – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menuturkan bahwa aparatur sipil negara (ASN) tidak boleh gagap teknologi atau gaptek.

Di era revolusi industri 4.0, birokrat muda harus melek teknologi dan mengikuti perkembangan. “Untuk generasi muda tidak ada istilah gaptek, tidak mengerti bagaimana menggunakan teknologi. Semua harus melek teknologi. Harus paham perkembangan terakhir,” katanya di Jakarta, Rabu (25/07).

E-government

Bambang mengatakan, perubahan teknologi juga membawa perubahan pada gaya birokrasi yang sebelumnya manual menjadi electronic government (e-government).

Dengan penerapan e-government atau Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) membuat ASN harus dapat memenuhi  empat tuntutan masyarakat ke depan. Pertama, menerapkan smart government melalui optimalisasi penggunaan teknologi informasi dan digitalisasi.

Kedua, penerapan open goverment di mana output ASN dapat diketahui publik. Dampaknya pun dirasakan langsung oleh masyarakat. Selanjutnya big data driven policy, di mana media sosial menjadi refleksi tuntutan publik kepada pemerintah.

Melalui pemanfaatan big data, pemerintah dapat menangkap aspirasi masyarakat serta memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Terakhir, cultural shifting atau pergeseran budaya karena tuntutan zaman.

“Budaya melayani dilakukan karena tuntutan jaman. Posisikan Anda di sektor swasta, kalau Anda tidak memberikan yang terbaik bisa bangkrut. Atau Anda bisa dipecat, artinya culture shifting menunjuk Anda untuk selalu memberikan yang terbaik dalam berbagai hal,” tukasnya.

Feksibel dan Adaptif

Ia berpesan agar ASN dapat menjadi pribadi yang fleksibel, terbuka dan adaptif. Para ASN tidak perlu berlama-lama di kantor hanya untuk menunjukan seolah-olah pegawai rajin. Yang terpenting adalah dengan waktu terbatas, ASN dapat melakukan banyak hal yang berguna.

Selain itu, ASN juga diminta untuk menghilangkan ego sektoral yang sering terjadi antar tiap unit kerja sehingga menyebabkan pelayanan menjadi kurang optimal.

“ASN harus menjadi leader. Leader yang bisa merangkul semua pihak. Jangan kemudian hanya menjadi followers,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Bambang juga menekankan ASN harus memegang nilai integritas untuk menciptakan birokrasi yang bersih, birokrasi yang efisien.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi