Nalar.ID

Ini Besaran Ekspor Olahan Kopi Indonesia ke China

Nalar.ID, Jakarta – Industri pengolahan kopi dalam negeri kembali membuktikan kemampuannya dalam mengekspor produk yang dihasilkan. Ini menunjukkan kondisi sektor tersebut yang semakin berdaya saing, meski di tengah tekanan dampak pandemi Covid-19.

“Semangat dunia usaha yang menjalankan kegiatan manufakturnya dengan menerapkan protokol kesehatan ketat sangat membantu perputaran roda perekonomian nasional,” kata Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rochim belum lama ini.

Dirjen Industri Agro menyampaikan apresiasinya kepada PT UCC Victo Oro Prima yang mampu meningkatkan pengapalan produknya ke pasar mancanegara.

Harapannya, dapat memotivasi perusahan kopi olahan lainnya untuk lebih gencar memasarkan produknya ke pasar dalam atau luar negeri.

Selain menghasilkan devisa, ekspor produk kopi olahan Indonesia juga bisa menjadi parameter eksistensi produk kopi olahan nasional di pasar internasional.

Produk yang di ekspor oleh PT UCC Victo Oro Prima berupa roasted coffee beans dengan tiga varian kopi, yakni kintamani blend, java blend, dan Toraja blend. Total volumenya sebesar 4,82 ton.

Rochim mengemukakan, industri pengolahan kopi nasional tak hanya menjadi pemain utama di pasar domestik, namun dikenal sebagai pemain global.

“Tahun 2019, ekspor produk kopi olahan memberi sumbangan pemasukan devisa USD610,89 juta, atau meningkat sekitar 5,33% dibanding 2018,” jelasnya.

Capaian positif itu tak epas dari potensi Indonesia sebagai negara penghasil biji kopi terbesar keempat di dunia, setelah Brasil, Vietnam dan Kolombia, dengan produksi rata-rata sekitar 773 ribu ton per tahun atau 8% dari produksi kopi dunia.

Pada Januari-Juni 2020, neraca perdagangan produk kopi olahan nasional masih surplus USD211,05 juta.

“Saat ini, ekspor produk kopi olahan didominasi produk kopi olahan berbasis kopi instan, ekstrak, esens dan konsentrat kopi yang tersebar ke sejumlah negara tujuan utama, seperti di kawasan ASEAN, China, dan Uni Emirat Arab,” tambahnya.

Guna meningkatkan daya saing produk kopi olahan Indonesia, Kemenperin terus aktif mendorong pengembangan sektor industrinya melalui penerapan berbagai kebijakan strategis.

Misalnya, berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia seperti barista, roaster, dan penguji cita rasa (cupper).

Selanjutnya, peningkatan nilai tambah biji kopi di dalam negeri, dan peningkatan mutu kopi olahan utamanya kopi sangrai (roasted bean) melalui penguasaan teknologi roasting, pengembangan standar produk (SNI) dan standar kompetensi kerja (SKKNI).

Rochim optimistis, Indonesia akan terus menjadi eksportir utama produk kopi olahan karena didukung maraknya gaya hidup minum kopi di dunia.

“Selain itu, Indonesia yang tadinya dikenal sebagai produsen kopi, juga sebagai negara konsumen kopi,” ujarnya.

Sebelum pandemi, perkembangan industri kopi di Indonesia didorong oleh beberapa faktor. Seperti pertumbuhan kelas menengah, perubahan gaya hidup masyarakat dan apresiasi masyarakat Indonesia terhadap kopi lokal, sehingga konsumsi di dalam negeri meningkat cukup tinggi.

“Industri pengolahan kopi kemarin tumbuh cukup bagus, dengan banyak kafe. Semoga adanya ekspor kopi olahan, bisa menggerakkan ekonomi lagi,” tandasnya.

Kemenperin terus memacu peningkatan ekspor dari sektor manufaktur, sehingga bisa membantu pertumbuhan industri maupun ekonomi nasional. Sekaligus menggerakkan tenaga kerja dan mendapatkan devisa.

Direktur PT UCC Victo Oro Prima, Victor Waskito Purwana menjelaskan, PT UCC Victo Oro Prima yang didirikan pada bulan Desember 2012 telah memiliki beberapa sertifikat yang dibutuhkan oleh industri kopi olahan, seperti sertifikat HALAL, ISO 22000, dan Rain Forest Alliance. Perusahaan ini bergerak di bidang roastery kopi dengan standar internasional yang mengembangkan biji kopi lokal Indonesia dan mancanegara

“Kami komitmen menawarkan dan menghasilkan kopi terbaik. Baik kopi biji, kopi bubuk atau drip kopi di segmen kualitas tertinggi untuk hotel, restoran, kafe dan keperluan industri,” tuturnya.

Penulis: Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi