Nalar.ID

Ini Buku Kuliner tentang Sudut Pandang Warga Jakarta

Jakarta, Nalar.IDFood writer, culinary author, dan self-taught chef Kevindra Prianto Soemantri, merilis buku ketiga Top Tables: A Food Traveller’s Companion, di Jakarta, Sabtu ( 24/11).

Uniknya, buku ini berisi rekomendasi kuliner di Jakarta yang bersumber dari berbagai personality di Jakarta. Mulai dari chef, kritikus kuliner, arsitek, hingga seniman top. Ada Mike Lewis, Laksmi Pamuntjak, William Wongso, Reino Barack, Eva Celia, Vidi Aldiano, Petty Elliott, Santhi Serad, dan chef Yuda Bustara.

Kevindra, kontestan termuda di Masterchef Indonesia 2011 ini mengatakan, sebagai food writer, ia sering baca buku dan artikel kuliner di luar negeri.

Salah satu topik yang disukai adalah tren dan makanan sebuah kota, seperti New York, Paris, dan Tokyo, yang ditulis atau diambil sudut pandang dari manusianya.

“Saya langsung sadar, waktu itu belum ada buku berisi tentang ragam kuliner Jakarta dari sudut pandang warga Jakarta sendiri. Ketika bertemu Studio Geometry, saya dan Natasha Lucas (food blogger), langsung brainstorm ide ini. Lalu cocok dan kami kerjakan ini bareng,” katanya, ditemui usai acara.

Studio Geometry tertarik menerbitkan buku Top Tables, sebab selama ini belum ada buku panduan kuliner di Indonesia yang dipilih oleh berbagai tokoh seperti konsep yang diajukan Kevindra dan Natasha.

Proses Melelahkan

Kemudian, lanjut Kevindra, mereka yang berkontribusi di penulisan buku ini sepakat dibutuhkan karya tulis yang membuat melek mata kalau Jakarta itu kota makanan.

“Bukan dari sudut pandang kami tapi dari (sudut pandang) warganya sendiri. Konsep buku ini cocok sebagai food-travel guide yang sekarang digemari banyak orang di seluruh dunia, mulai dari traveller sampai orang biasa yang butuh panduan eksplorasi rasa di Ibu Kota,” jelas Kevindra, yang sudah melahirkan dua buku, Adiboga Khas Eropa dan Jakarta Streetfood.

Ada proses menarik saat proses pembuatan buku. Mulai dari mengumpulkan konten, bertemu langsung, hingga asyik mengobrol sambil makan dengan banyak personality di Jakarta dengan daerah terpencar di penjuru kota.

Rupanya, kata Kevin, masing-masing tokoh punya pilihan tempat makan. Entah unik atau lainnya. Selain wawancara, proses pengambilan foto, cukup lelah. Seperti sesi foto bakmi Yen Rahardja, Jakarta Barat, yang tersebar di beberapa penjuru. Alhasil, ia mesti keliling pesan dan foto bakmi itu.

Buku yang didukung oleh Dinas Pariwisata & Kebudayaan DKI Jakarta dan Traveloka ini, mengulas dan membagi per kotamadya di Jakarta. Lalu, kategori wilayah, misal di Jakarta Selatan, banyak kategori lifestyle seperti After hours dan Fine Dining. Atau di Jakarta Utara, dan Barat, banyak didominasi comfort food.

“Kami tak mau semua selalu food oriented. Kami listing down dari puluhan sumber. Angka awal bahkan sampai 70, lalu di kurasi,” katanya.

Buku ditulis dalam bahasa Inggris, sebab menargetkan pembaca, traveler, atau penggemar kuliner. Salah satunya international.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi