Nalar.ID

Ini Cara Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta Sambut Hari Museum Nasional

Nalar.ID – Dalam menyambut Hari Museum Nasional pada 12 Oktober 2019, Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) menggelar pameran koleksi lukisan. Pameran ini bagian dari komitmen jangka panjang dengan melibatkan pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Pameran bertajuk ‘Lini Narasi Baru: Seni Rupa Indonesia, Kota dan Perubahannya’ diresmikan 16 Oktober 2019. Dibuka untuk umum mulai 17 Oktober – 31 Januari 2020 di Museum Seni Rupa dan Keramik Jakarta. Sementara, untuk jadwal pameran dibuka pada Selasa – Minggu, pukul 08.00 WIB – 17.00 WIB.

Pameran ini untuk menandai langkah baru dalam mendidik para pengunjung untuk mengapresiasi berbagai nilai sejarah yang terkandung dalam Museum Seni Rupa Jakarta. Sekaligus memberikan pengalaman bereksplorasi yang berbeda dari sebelumnya.

Selain itu, pameran ini memberikan pengalaman kepada pengunjung pameran untuk menikmati koleksi lukisan dengan alur tata pamer khusus yang dibagi dalam beberapa tema, yaitu Mitologi dan Adat Istiadat, Potret Diri, Pemandangan Alam, Kehidupan Sehari-hari, Lukisan Klasik Bali, Lukisan Kaca, dan Lukisan Batik.

Ruang Publik

Sebelum adanya ‘Lini Narasi dan Tata Pamer Baru’ ini, koleksi Museum Seni Rupa Jakarta hanya dipilah dan ditata berdasarkan hubungannya dengan tema Sejarah Nasional Indonesia. Ketua Umum Yayasan Mitra Museum Jakarta, Catharina Widjajaselaku menjelaskan, museum merupakan ruang publik yang berperan penting dalam pemajuan kebudayaan.

“Sekaligus tempat bertemunya masyarakat dari berbagai latar belakang. Melalui pameran ini, kami (YMMJ) berusaha memperkenalkan pengalaman baru yang menampilkan karya-karya besar dengan kisah sejarah yang mencerminkan semangat revolusi dan kebangkitan negara Indonesia dari zaman ke zaman melalui kacamata seni,” kata Catharina, kepada Nalar.ID, Rabu (16/10).

Terkait tema Potret, misalnya. Pada bagian ini, akan di eksplorasi cerita mengenai Manusia dan Ruang, yang akan menampilkan tiga kategori seni lukis potret, yaitu Potret Diri Perupa, Orang Ternama dan Orang Biasa. Ketiganya dihasilkan masing-masing seniman dalam kurun waktu yang berbeda.

Tema ini menampilkan karya seni dari seniman Affandi, Djoko Pekik, Trubus, OH Supono, Basuki Abdullah, dan lainnya. Sedangkan tema Pemandangan Alam, menampilkan koleksi corak lukisan pemandangan dalam seni lukis Indonesia dilengkapi arsip dan dokumen, guna memperlihatkan konfigurasi corak ini dalam sejarah seni lukis Indonesia.

Selain itu, pada sub-narasi ini akan ditampilkan karya-karya bertema Mooi Indie dan Romantisme. Sedangkan seniman yang diunggulkan untuk mengisi tema ini adalah S. Sudjojono, Sudarmadji, Mardian, Nasyah Jamin, Ernest Dezentje, dan Sukirno.

Kemudian, tema Lukisan Batik, akan memamerkan koleksi museum berupa lukisan Batik Amri Yahya. Batik ini dilengkapi informasi tambahan guna memberikan gambaran yang lebih lengkap bagaimana seni lukis batik ini tumbuh dan berpotensi untuk dikembangkan dengan kreativitas di masa depan.

“Kami berharap, masyarakat luas semakin berminat pada seni rupa Indonesia. Semakin memahami dan menghargai. Bukan saja aspek keindahan, tetapi sejarah dan budayanya. Harapan lainnya, standarisasi museum di Indonesia dapat menyeimbangi dan nantinya di bersaing dengan museum-museum besar dunia,” jelas Catharina.

Koleksi Pameran

Kini, Museum Seni Rupa dan Keramik memiliki sekitar 500 karya seni rupa. Terdiri dari berbagai bahan dan teknik yang berbeda. Seperti patung, totem kayu, grafis, sketsa, dan batik lukis.

Diantara koleksi-koleksi tersebut, ada beberapa koleksi unggulan dan penting bagi sejarah senirupa di Indonesia. Antara lain lukisan berjudul ‘Pengganti Revolusi’ karya Hendra Gunawan, ‘Bupati Cianjur’ karya Raden Saleh, ‘Ibu Menyusui’ karya Dullah, ‘Seiko’ karya S.Sudjojono, dan ‘Potret Diri’ karya Affandi.

Yayasan Mitra Museum Jakarta (YMMJ) adalah yayasan beranggotakan masyarakat umum. Yayasan ini bertujuan meningkatkan kinerja museum-museum di Jakarta. Terutama yang berada di bawah pengelolaan pemerintah Provinsi DKI Jakarta,  untuk menjadikan museum sebagai pusat pendidikan, hiburan dan rekreasi. Di mana, warga dan pengunjung dapat memperoleh informasi yang menarik mengenai sejarah, seni, dan budaya.

YMMJ bekerjasama dengan para pemangku kepentingan dan pemerintah kota untuk membantu pembangunan infrastruktur, penyediaan sumber daya manusia, manajemen museum, asistensi kuratorial, program-program untuk publik, dan pemasaran. Harapannya, menjadikan museum sebagai pusat informasi dan inspirasi bagi masyarakat.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi