Nalar.ID

Ini Dukungan Delia von Rueti untuk World Water Forum ke-10

Nalar.ID, JAKARTA – Presiden Jokowi sukses memimpin KTT World Water Forum (WWF) ke-10 di Bali International Convention Center (BICC), Nusa Dua, Senin (20/5/2024), lalu. Jokowi memulai pertemuan terkait persoalan air dan sanitasi global.

Para pemimpin dunia yang hadir, antara lain Perdana Menteri (PM) Tajikistan Qohir Rasulzoda, Presiden Sri langka Ranil Wickremesinghe, Presiden Fiji Ratu Wiliame Maivalili Katonivere, Wakil Perdana Menteri Malaysia Dato Sri Haji Fadillah Bin Haji Yusof, hingga Wakil Perdana Menteri Papua Nugini John Rosso.

Termasuk dihadiri oleh Presiden World Water Council (WWC) Loïc Fauchon, hingga Presiden Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Dennis Francis.

Sehari sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut B. Pandjaitan, menjemput CEO SpaceX dan Tesla Inc. Elon Musk di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Minggu (19/5/2024). Musk tiba di Bali menghadiri WWF ke-10 sekaligus meluncurkan Starlink di salah satu Puskesmas di Denpasar, Bali.

Dalam kesempatan terpisah, diaspora asal Tanah Air, Delia von Rueti, sangat mendukung event World Water Forum ke-10 di Bali tersebut. Desainer perhiasan papan atas yang juga aktif sebagai pegiat agrikultural dan memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan ini, percaya bahwa forum ini merupakan momentum penting.

“Ini momen sangat penting untuk merevitalisasi aksi nyata dan komitmen bersama dalam mengelola sumber daya air secara terintegrasi. Saya juga mendukung upaya untuk berbagi pengetahuan dan mendorong solusi inovatif dalam menghadapi tantangan yang terkait dengan air,” kata Delia, dihubungi secara khusus, Rabu (22/5/2024).

Diakuinya, dirinya memiliki beberapa harapan terkait acara tersebut serta pertemuan dengan negara-negara lain.

“Pertama, saya berharap bahwa forum ini akan menghasilkan komitmen yang kuat dari semua negara untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air dan melindungi ekosistem yang terkait. Kedua, saya juga berharap bahwa acara ini akan menjadi platform untuk memperkuat kerjasama antar negara dalam mengelola sumber daya air secara efektif,” jelasnya.

Kesadaran Masyarakat-Pemerintah

Selain itu, pihaknya berharap bahwa forum ini akan menghasilkan kesepakatan konkret dan tindakan nyata dalam menghadapi tantangan air global.

“Sebagai diaspora dan peduli tentang alam lingkungan hutan tropis di Kalimantan, saya memiliki harapan besar terkait iklim dan dunia air saat ini. Saya berharap adanya kesadaran yang lebih besar dari masyarakat dan pemerintah akan pentingnya menjaga kualitas dan ketersediaan sumber daya air,” paparnya.

Ia juga berharap adanya langkah-langkah konkret dalam mengurangi polusi air, melindungi ekosistem air, dan mengatasi perubahan iklim yang dapat mempengaruhi siklus air.

“Saya berharap bahwa forum ini akan menjadi ajang untuk menghasilkan solusi yang inovatif dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan iklim dan sumber daya air,” ungkapnya.

Seperti diketahui, Delia von Rueti, sebelumnya sukses menggagas kampanye Love & O2, sebuah panggilan untuk mencintai bumi. Pegiat agrikultural yang memiliki perkebunan kelapa sawit di Kalimantan ini pernah melancarkan gagasannya melalui gerakan ‘1 T-Shirt for 1 Tree Movement’ pada tahun 2016 silam.

Bersama Love & O2 yang digagasnya, harapannya, masyarakat Indonesia dapat meningkatkan kesadaran dan menyebarkan cinta untuk bumi. Melalui kampanye tersebut, ia memiliki mimpi besar membangun sebuah Taman Hutan Hujan Tropis untuk kali pertama di Indonesia. Hutan hujan tropis, lanjutnya, merupakan paru-paru dunia yang harus dijaga kelestariannya.

Tak tanggung-tanggung, ia pun mendonasikan lahan pribadinya seluas 2.500 hektar untuk konservasi dan pelestarian lingkungan. Persisnya berada di Muara Taweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah. Atau berada sekitar tujuh kilometer dari Bandara Baringin.

Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi