Nalar.ID

Ini Kata Aktivis Perempuan Sisca Rumondor tentang Hari Kartini

Nalar.ID – Hari Kartini baru saja diperingati 21 April 2019. Situasi ini menjadi momentum refleksi dan eksistensi perempuan Indonesia. Menurut keterangan aktivis perempuan dan relawan Sisca Rumondor, banyak perubahan positif dalam kepemimpinan perempuan di Indonesia.

“Di kantor, pemerintahan, hingga banyak lembaga. Sementara di kehidupan sehari-hari, perempuan sudah dianggap partner (mitra). Bukan sosok yang hanya manggut-manggut di belakang punggung pria,” kata Sisca, dihubungi Senin (22/4).

Namun, meski sudah dianggap partner, belum seluruh aspek perempuan melebihi posisi pria. Menurutnya, Indonesia mewariskan adat timur beretika, cara budaya, dan adat, juga agama.

“Sebagai perempuan, tetap sadar pada posisi itu. Tapi kesadaran yang ada dibenak pria terhadap perempuan sudah jauh lebih baik,” lanjutnya.

Lantas, bagaimana keterwakilan perempuan di dunia politik Tanah Air? Menurutnya, dunia politik ibarat hutan rimba. “Keras, sulit mencari kawan. Mayoritas masih dikuasai kaum pria. Seharusnya, porsi untuk perempuan harus ditambah. Hanya beberapa partai mengizinkan sekitar 30 persen harus ada perempuan di dalamnya,” tuturnya.

Ia berharap, seluruh partai memberikan porsi 30 persen untuk perempuan. Suara dan pendapat kaum perempuan, sering peka dan lebih sensitif. Terkadang tidak terpantau kaum pria. “Mesti ada penyeimbang,” sambungnya.

Namun, disisi lain, bagi sebagian orang, kiprah perempuan menduduki posisi pemimpin masih dianggap sebelah mata.

Mind set itu benar. Perlu diperjuangkan bersama. Bisa dibuktikan ke pria kalau perempuan lebih baik. Untuk presiden terpilih nanti, saya berharap, masukkan lebih banyak para perempuan yang terbukti kredibel, tangguh, dan siap di semua unsur pemerintahan. Baik sebagai pemimpin maupun anggota,” tutupnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi