Nalar.ID

Ini Penjelasan Menkeu Soal Macetnya Insentif Tenaga Medis

Nalar.ID, Jakarta – Insentif untuk tenaga medis, diakui Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui masih terkendala. Padahal, pandemi Covid-19 di Indonesia belum selesai.

Kata Mulyani, implementasi di bidang kesehatan masih sangat kecil atau sebesar 1,54%, walau anggaran telah dinaikkan Rp87,5 triliun.

“Sampai sekarang implementasi masih perlu diperbaiki. Insentif tenaga kesehatan, pelaksanaannya masih terkendala. Biaya klaim perawatan pasien, lalu proses verifikasi dan penanganan kasus di BNPB sebagai Gugus Tugas atau Kementerian Kesehatan dan daerah. Ada gap realisasi keuangan dan fisik dengan anggaran yang disediakan atau pelaksanaannya,” tukas Mulyani, dalam keterangan melalui conference, belum lama ini.

Ia berharap hal tersebut dapat diakselerasi. Diketahui, pemerintah telah menganggarkan total biaya penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp695,20 triliun.

Anggaran ini dialokasikan untuk kesehatan Rp87,55 triliun, perlindungan sosial Rp203,90 triliun, insentif usaha Rp120,61 triliun, UMKM Rp123,46 triliun, pembiayaan korporasi Rp53,57 triliun, sektoral K/L dan Pemda Rp106,11 triliun.

Penulis: Erha Randy | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi