Nalar.ID

Ini Isi Pertemuan Anggota DPR Ali Zamroni dengan Kapusdatin Kemendikbud

Nalar.ID, Jakarta – Anggota komisi X DPR RI, Ali Zamroni melakukan kunjungan Ke Pusat Data dan Teknologi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Jakarta, Ciputat, Tangerang Selatan, Kamis (12/3/2020) lalu. Kunjungan ini dalam rangka Reses Masa Sidang II 2020.

Kunjungan Ali disambut langsung oleh Plt. Kepala Pusat Data Teknologi dan Informasi Pendidikan dan Kebudayaan (Kapusdatin) Kemendikbud, Gogot Suharwoto. Mereka juga berdiskusi untuk meninjau langkah yang telah dilakukan Pusetkom dalam melaksanakan tugasnya.

Sesuai Peraturan Menteri Nomor 11 Tahun 2015 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi Pendidikan dan Kebudayaan punya tugas melaksanakan pengembangan dan pendayagunaan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dan kebudayaan.

Ali Zamroni menyampaikan masukan kepada Pusetkom terkait dengan kondisi pendidikan. Terutama sekolah-sekolah pedalaman yang berada di dapil Banten, khususnya di Kabupaten Lebak-Pandeglang, di mana terdapat banyak sekolah yang belum terjangkau oleh fasilitas-fasilitas teknologi dan informasi yang memadai.

“Sekolah pada situasi serba terbatas. Fasilitas sekolah, akses transportasi, infrastruktur, tenaga pengajar hingga dana pendidikan,” tambah Ali.

Ia menambahkan, keberadaan sekolah miskin yang mengalami minim sumber daya pendidikan disebabkan ketiadaan distribusi informasi ter-upadate dan sosialisasi yang dilakukan oleh pihak pemerintah.

Adanya sekolah miskin juga ditengarai sebagai dampak yang dihasilkan oleh tekanan struktural kebijakan negara yang tak berpihak pada kemajuan sekolah-sekolah miskin. Hasilnya, membuat sekolah itu tetap miskin dan berdampak pada mental sosial dan kesehatan masyarakat.

Mengingat pentingnya situasi pendidikan yang terkendali, Ali juga menyampaikan soal kesehatan pada lingkup sekolah-sekolah pedalaman. Ia berharap Pusdatin sebagai struktur dari Kemendikbud bisa lebih memerhatikan jangkauan distribusi informasi hingga ke sekolah-sekolah pedalaman.

“Masih banyak masyarakat yang abai terhadap pentingnya menjaga kesehatan. Bahkan pihak-pihak yang berada di sekolah juga tiak melakukan sosialisasi ke murid dan wali murid,” tambahnya.

Ada siswa yang izin karena sakit hingga berhari-hari, bahkan walimurid juga tak dapat berbuat apa-apa terhadap kondisi anaknya. Hal tersebut menjadi hal memprihatinkan karena akan berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat.

“Ada beberapa catatan penting. Pertama, Kemendikbud harus memantau sekolah-sekolah, terutama beberapa sekolah yang masih menganggap remeh soal kesehatan, selalu memantau murid-murid yang dalam keadaan sakit dalam beberapa hari dan menghimbau pihak guru yang semestinya dapat melihat riwayat sakit siswa. Kedua, memantau kondisi walimurid yang sakit setelah berpergian jauh. Ketiga, selalu berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat, dan yang terakhir selalu memberikan update kesehatan terhadap murid-murid, dan walimurid mengingatkan untuk selalu mencuci tangan dan menggunakan masker saat berpergian,” jelasnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi