Nalar.ID

Ini Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan PEN 2020

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah mencatat realisasi anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PCPEN) tahun 2020 mencapai Rp 579,8 triliun, atau terealisasi 83,4 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 695,2 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menuturkan masih ada sisa lebih perhitungan anggaran (SILPA) sebesar Rp 115,42 triliun. Dari SILPA itu, Rp 50,94 triliun akan di-carry over ke tahun 2021.

“Kalau lihat seluruhnya, program PEN teralisasi Rp 579,8 triliun, atau 83,4 persen. Masih ada SILPA Rp 50,94 triliun dan di-carry over ke 2021 untuk pendanaan vaksinasi Rp 47,07 triliun dan Rp 3,87 triliun untuk mendukung UMKM,” kata Sri Mulyani, dalam jumpa pers, Rabu (6/1/2021).

Sementara SILPA PEN 2020 sebesar Rp 64,48 triliun dicatat sebagai realisasi penerimaan perpajakan. Ia memerinci, anggaran kesehatan terealisasi Rp 63,51 triliun, atau mencapai 63,83 persen dari pagu anggaran sebesar Rp 99,5 triliun. Anggaran itu digunakan untuk insentif tenaga kesehatan dan belanja intervensi penanganan Covid-19.

Sektor Kesehatan
Adapun sebesar Rp 47,07 triliun sisa anggaran sektor kesehatan dalam program PCPEN akan digunakan untuk program vaksinasi tahun 2021. Lalu, perlindungan sosial terealisasi Rp 220,39 triliun, atau terealisasi 95,73 persen dari pagu anggaran Rp 230,21 triliun.

Dari klaster UMKM telah terealisasi Rp 112,44 triliun, atau terealisasi 96,82 persen dari pagu Rp 116,31 triliun. SILPA UMKM tahun 2020 akan digunakan untuk dukungan UMKM tahun ini.

Selanjutnya klaster sektoral K/L dan pemda berhasil menyerap hingga Rp 66,59 triliun, atau mencapai 98,1 persen dari pagu anggaran Rp 67,86 triliun. Untuk pembiayaan korporasi telah telah digunakan hingga Rp 60,73 triliun, atau terealisasi 100 persen.

Dihubungi terpisah, Staf Ahli Menteri Keuangan Bidang Pengeluaran Negara Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengungkapkan pembiayaan korporasi untuk membantu perusahaan-perusahaan nasional BUMN terdampak Covid-19.

Rinciannya, PMN untuk 6 BUMN dan 2 lembaga (LPEI dan LPI/INA), serta pinjaman untuk 5 BUMN dalam rangka PEN.

Penulis: Febriansyah | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi