Nalar.ID

Ini Teleskop Bawah Laut Terbesar Dunia Buatan Rusia

Nalar.ID, Jakarta – Bagi para pegiat astronomi, teleskop menjadi benda yang wajib dimiliki. Tanpa teleskop, kita jadi tak bisa memantau angkasa yang luas. Ukuran teleskop, umumnya tak terlalu besar, sehingga bisa dibawa ke mana pun.

Namun, baru-baru ini negara Rusia mengumumkan bahwa mereka telah membangun teleskop raksasa. Uniknya, teleskop itu dibangun di dalam danau, yaitu Danau Baikal. Teleskop raksasa itu diklaim sebagai teleskop bawah laut terbesar di dunia. Teleskop ini diresmikan pada Sabtu, 13 Maret 2021 lalu.

Sebagaimana fungsi teleskop pada umumnya, teleskop ini akan digunakan untuk melihat dan memantau alam semesta dari Danau Baikal. Dinamakan Baikal-GVD, teleskop ini berada di kedalaman 750-1.300 meter, dan berada sekitar 4 km dari tepi danau.

Menurut ilmuwan Rusia, teleskop ini merupakan detektor neutrino terbesar di belahan bumi utara. Bagi mereka, Danau Baikal merupakan lokasi yang tepat untuk menampung teleskop ini, mengingat danau tersebut merupakan danau air tawar terbesar di dunia.

“Danau Baikal adalah satu-satunya danau dapat menggunakan teleskop neutrino karena kedalamannya,” ujar Bair Shoibonov dari Joint Institute for Nuclear Research, dikutip dari CNN Indonesia, belum lama ini.

Bersaing dengan AS

Teleskop yang disebut sebagai observatorium terapung ini terdiri dari kaca bulat dan modul baja tahan karat. Modul ini sebelumnya telah diturunkan dengan hati-hati ke Danau Baikal, yang mengalami pembekuan.

Dmitry Naumov, dari Joint Institute for Nuclear Research mengatakan bahwa teleskop ini berukuran setengah kilometer kubik. Nantinya, lanjut Dmitry, teleskop akan diperluas sampai dengan ukuran satu kilometer kubik. Perluasan itu akan dilakukan bertahap selama beberapa tahun.

Sepertinya pembuatan teleskop raksasa ini masih menjadi salah satu usaha Rusia untuk bersaing dengan Amerika Serikat (AS). Pasalnya, sebelumnya AS telah membuat Ice Cube, sebuah observatorium neutrino raksasa, yang lokasinya berada di bawah es Antartika.

Teleskop ini bukan murni buatan Rusia, karena merupakan hasil kolaborasi ilmuwan Rusia dengan Republik Ceko, Jerman, Polandia, dan Slovakia.

Penulis: Hutomo Dwinugrahanto | Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi