Nalar.ID

Ini yang Buat Cemas Pekerja di Dunia

Jakarta, Nalar.ID Perkembangan teknologi menyulut kemunculan pengangguran. Situasi ini membuat cemas para pekerja di seluruh dunia.

Sebabnya, berbagai profesi bidang konvensional atau tradisional, berpotensi besar akan digantikan robot. Alhasil, para pekerja cemas pekerjaan mereka akan direbut robot-robot.

Terutama yang dilengkapi kecerdasan buatan atau artificial intelligence. Berdasarkan laporan World Development Report (WDR) 2019 keluaran Bank Dunia, Oktober tahun lalu, seperti dikutip CNBC International, Minggu (10/2), jumlah robot yang akan beroperasi di seluruh dunia bertambah cepat.

Diketahui, sampai Januari 2019, sebanyak 1,4 juta robot industri baru akan beroperasi. Jumlah ini melengkapi total robot yang bekerja 2,6 juta di seluruh dunia.

“Kepadatan jumlah robot yang bekerja ketimbang karyawan manusia, paling tinggi terjadi di Singapura, Korea Selatan, dan Jerman, tahun 2018,” tulis laporan itu.

Sejumlah pengusaha di negara tersebut mengungkapkan alasan mereka mempekerjakan para robot. Menurut Andrew Puzder, mantan CEO Food Systems Inc., jaringan restoran berbasis di Tennessee, Amerika Serikat, para ‘pegawai’ mereka, yakni robot, selalu sopan.

“Mereka (robot) selalu menjual di atas rata-rata. Tidak pernah berlibur, terlambat, klaim kecelakaan, atau kasus diskriminasi usia, jenis kelamin, hingga ras,” lanjut Andrew.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi