Nalar.ID

Internet Indonesia Lelet Ketimbang Negara Lain, Ini Alasannya

Jakarta, Nalar.ID – Kebutuhan manusia akan internet kian semakin meningkat. Sayang, kecepatan internet di Indonesia masih tertinggal jauh dengan Singapura.

Berdasarkan laporan OpenSignal, Indonesia urutan ke-6 terburuk dengan kecepatan keseluruhan 6,66 Mbps, setelah Mesir. Sementara, Korea Selatan, di peringkat pertama terbaik dengan kecepatan 45,58 Mbps, diikuti Norwegia dan Singapura.

Menanggapi hal ini, Direktur Utama Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latief, memaparkan kondisi sebenarnya. Menurutnya, OpenSignal, hanya mengukur dari seluruh total daerah Indonesia.

“Sebab, di beberapa daerah, khususnya di Timur dan Kalimatan, masih ada ketimpangan infratruktur digital. Dari data kami (Kominfo) tahun 2017, rata-rata kecepatan unduh di Jakarta sudah 7Mbps. Sementera, Papua cuma 300Kbps. Ketimpangan ini karena infrastruktur. Ada pula kabel optik putus karena ulah orang. Mereka (oknum pencuri) pikir, kabel tembaga bisa dijual,” ucap Anang, di Gedung Merdeka, Jakarta, Kamis (29/11).

Kondisi Geografis

Selain itu, lanjut Anang, kondisi geografis di Indonesia salah satu alasan kecepatan internet tertinggal. Seperti banyak gunung dan hutan. Ini membatasi sinyal, termasuk kondisi alam ekstrem di sejumlah daerah.

Anang melihat, penilaian OpenSignal tidak fair. Sebab, kompleksitas Indonesia dengan negara-negara lain, sangat berbeda. “Sehingga kalau dihitung pakai itu (OpenSignal) sulit, ya. Apalagi dilaut melawan alam, akhirnya jadi terputus karena arus bawah laut besar. Makanya, pengguna internet kita (Indonesia) 143 juta lambat saat dirata-ratakan,” ucapnya.

Sebagai titik terang, kata Anang, bila proyek Palapa Ring yang dicanangkan Kominfo dan BAKTI tahun 2019 nanti, mampu membuat internet di Indonesia lebih cepat. “Jika Palapa Ring selesai, akan lebih kencang. Pakai jaringan serat optik enggak terasa,” imbuhnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi