Nalar.ID

Investasi Penyokong Ekonomi di Masa Pandemi

Nalar.ID, Jakarta  – Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempublikasikan data realisasi investasi sepanjang periode April-Juni (Triwulan II) Tahun 2021 yang mencapai Rp 223,0 triliun. Serta data realisasi investasi secara kumulatif sepanjang periode Januari-Juni Tahun 2021 di Rp 442,8 triliun.

“Sejak diberlakukan UU No 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dan petunjuk operasionalnya, yaitu PP No 5 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko telah memberi sentimen positif bagi para investor untuk tetap merealisasikan investasi. Baik yang sedang dalam masa persiapan, masa konstruksi, dan masa produksi. Pada periode April-Juni 2021, investasi menggeliat dan berjalan dengan baik, dimana beberapa perusahaan besar telah melakukan groundbreaking. Hal ini sejalan oleh capaian realisasi investasi PMA/PMDN pada Triwulan II 2021 sebesar Rp 223,0 triliun yang lebih besar dibanding Triwulan I 2021,” jelas Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, kepada Nalar.ID.

Realisasi investasi selama Triwulan II 2021 mengalami peningkatan 16,2 % dibanding periode yang sama tahun 2020 (Rp 191,9 triliun). Maka, capaian investasi pada periode Januari-Juni menyumbang 49,2 % terhadap target tahun 2021 yang telah disesuaikan jadi Rp 900 triliun dan bisa menyerap tenaga kerja Indonesia 311.922 orang.

Jika dilihat capaian Triwulan II dibandingkan periode yang sama tahun 2020, PMA tumbuh 19,6 % dan PMDN 12,7 %. Capaian PMA di Triwulan II tumbuh 4,5% dibandingkan dengan capaian Triwulan I Tahun 2021.

“Usaha keras pemerintah untuk mendorong pesebaran investasi di seluruh wilayah Indonesia telah menunjukan tanda-tanda yang sangat positif sejak tahun 2020 dengan capaian total realisasi investasi PMA PMDN Triwulan II di luar Pulau Jawa 51,0%. Jika diakumulasi, capaian realisasi investasi pada Semester I tahun 2021 di luar Pulau Jawa adalah sebesar 51,5%,” tambah Bahlil.

Ini menunjukkan arah kebijakan Presiden Jokowi pada periode pertama untuk menggenjot infrastruktur di luar Pulau Jawa. Termasuk memberi kepercayaan di kalangan investor untuk berinvestasi di luar Pulau Jawa. Luar biasanya mayoritas investasi di luar pulau jawa adalah sektor sekunder atau industri.

Berdasarkan capaian investasi, terlihat kontribusi yang cukup siginifikan dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 triliun atau 47,6% dari total capaian dengan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 165.684 orang atau 53,1% dari total penyerapan tenaga kerja yang terjadi. Berikutnya, untuk sektor penyumbang terbesar berasal dari sektor Perumahan, Kawasan Industri dan Perkantoran (19,3%), sedangkan untuk lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Timur (13,1%).

Dalam periode yang sama, realisasi PMA adalah sebesar Rp 116,8 triliun atau 52,4% dari total capaian dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 146,238 orang.

Selanjutnya, untuk sektor penyumbang realisasi PMA terbesar berasal dari sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (22,1%), dan untuk lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat (19,8%). PMA yang menyumbangkan realisasi terbesar berasal dari negara Singapura (26,4%).

“Lima besar sektor PMA pada Triwulan II ini, di antaranya sektor industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya di wilayah Sulawesi Tengah, Maluku Utara dan Riau, dan sektor kawasan industri dan perkantoran di wilayah DKI Jakarta dan Jawa Barat. Sedangkan, lima besar sektor PMDN adalah sektor industri makanan dan minuman, dan sektor transportasi, gudang dan telekomunikasi, semuanya di Pulau Jawa,” tukasnya.

Persentase Realisasi
Jika dilihat dari persebaran, persentase realisasi investasi di Pulau Jawa mencapai 49,0% dengan nilai investasi Rp 109,2 triliun. Sedangkan persentase realisasi investasi di luar Pulau Jawa 51,0% dengan nilai investasi Rp 113,8 triliun.

Secara kumulatif sepanjang periode Januari – Juni tahun 2021, kinerja realisasi investasi Indonesia tercatat mencapai Rp 442,8 triliun atau 49,2 % dari target Rp 900 triliun pada akhir tahun. Capaian ini terdiri atas PMA sebesar Rp 228,5 triliun dan PMDN sebesar Rp 214,3 triliun. Kinerja tersebut berhasil menyerap 623,715 orang tenaga kerja Indonesia.

Lebih lanjut dijabarkan dari kinerja realisasi investasi periode Januari – Juni 2021 tersebut, terlihat kontribusi terbesar berasal dari PMA sebesar Rp 228,5 triliun atau 51,6% dari total realisasi, dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 292.401 orang.

Selanjutnya, untuk sektor penyumbang terbesar berasal dari sektor Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya (22,2%) dan lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat (19,4%). Sedangkan untuk negara asal investasi terbesar dari Singapura (30,1%).

Sementara pada periode yang sama, realisasi investasi PMDN memberikan kontribusi sebesar Rp 214,3 triliun atau 48,4% dari total capaian dengan kemampuan penyerapan tenaga kerja Indonesia sebanyak 331.314 orang. Selanjutnya, untuk sektor penyumbang terbesar berasal dari sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran (19,7%) dan lokasi proyek dengan realisasi investasi terbesar berada di Jawa Barat (13,2%).

Kami masih tetap optimis bahwa target yang diberikan oleh Presiden sebesar Rp 900 Triliun, mudah mudahan tercapai dengan harapan pandemi Covid-19 dapat dikendalikan segera”, ujar Bahlil dipenghujung acara press release.

Terjadi kenaikan realisasi investasi PMDN pada periode Triwulan II Tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 sebesar 12,7%, yaitu dari Rp 94,3 triliun menjadi Rp 106,2 Triliun.

Realisasi investasi PMA pada periode Triwulan II Tahun 2021 jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2020 naik sebesar 19,6%; yaitu dari Rp 97,6 Triliun menjadi Rp116,8 triliun.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi