Nalar.ID

Jadi Dirut TVRI, Iman Brotoseno: Saya Netral, Adil dan Independen

Nalar.ID, Jakarta – Iman Brotoseno resmi ditetapkan sebagai Direktur Utama Pengganti Antar Waktu (PAW) Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI periode 2020-2022 pada Selasa (26/5/2020) malam di Jakarta.

Iman menggeser Helmy Yahya yang diberhentikan oleh Dewan Pengawas (Dewas) LPP TVRI melalui surat keputusan pada 16 Januari 2020 lalu. Pada penetapan ini, ia menyisihkan 16 orang kandidat dalam seleksi yang digelar panitia.

Pada Rabu (27/5/2020), ia menyampaikan terima kasih kepada Dewas TVRI yang telah memilihnya.

“Terima kasih Dewan Pengawas yang telah mempercayakan saya untuk menjadi salah satu pimpinan TVRI. Insya Allah saya akan mengemban tanggung jawab ini. Mari bersama membangun TVRI agar menjadi kebanggaan di usia TVRI menjelang 58 tahun. Tentu banyak masalah, tapi saya percaya bersama teman teman TVRI di seluruh Indonesia kita bisa melaluinya,” kata Iman, dalam keterangan tertulis, Rabu (27/5/2020).

Awareness Public

Sebagai pejabat publik, ia berjanji akan independen dan adil selama menakhkodai TVRI. Utamanya, ketika saat ini menghadapi pandemi Covid 19 secara global, ia berkeyakinan TVRI dapat kerja keras memberikan informasi terbaik kepada publik dan menjadi salah satu garda terdepan bersama berbagai pihak.

Ia pun menyoroti banyak permasalahan klasik LPP TVRI yang kini dianggap sulit untuk bersaing dalam menjangkau audiens yang terus bergerak sesuai perkembangan zaman.

“Sebagai LPP yang sebagian besar bersumber pada anggaran negara tidak harus bersaing dengan televisi swasta. Tetapi, dalam praktek, kita harus memastikan program TVRI sampai ke masyarakat dan mendapatkan awareness public,” jelasnya.

Bagi negara berkembang, lanjut Iman, penyiaran publik dapat menjadi alat untuk mempercepat akses masyarakat terhadap pendidikan dan budaya. Serta mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperlancar interaksi antara warga.

Rekam Jejak

Dengan kehadiran TVRI, Iman meyakini, keterlibatan pubik dengan tingkat lebih luas dari sekadar akses serta terlibat pada proses produksi dan pengelolaan serta perencanaan sistem komunikasi.

“Sehingga saya akan menekan partisipasi publik ini yang menjadi ciri utama dan membedakannya dari jenis lembaga penyiaran yang lain,” tukasnya.

Oleh karena itu, ia menyatakan sumpahnya usai dilantik sebagai pejabat publik, yakni akan bersikap independen dan imparsial. Dengan kata lain netral dan tidak berpihak.

Guna mencegah dusta, ia mengajak masyarakat untuk mencari tahu sosok dirinya melalui rekam jejak digital.

“Sejak awal saya tidak pernah berbohong kepada publik. Di mana semua bisa dilihat dalam jejak digital. Percayalah, saya mengikuti semua proses rekrutmen yang berat ini selama untuk kepentingan bangsa dan publik, bukan politik apalagi kelompok,” katanya.

Dengan kata lain, ia mengajak semua pihak terutama seluruh karyawan TVRI, agar membuktikan dirinya mampu bekerja dengan team work, profesional, independen dan berpihak kepada publik.

“Saya percaya, kita akan mewujudkan mimpi kita bersama, yakni menjadikan LPP TVRI menjadi TV Publik yang berintegritas, dipercaya sekaligus menjadi worldclass broadcaster,” tutupnya.

Dunia Selam

Iman Brotoseno adalah seorang sutradara film, iklan, dan dokumenter. Ia lulusan Fakultas Hukum Universitas Indonesia dan Alumnus National Film and Television School London yang memilih menggeluti dunia perfilman.

Sosoknya malang melintang di dunia produksi film dan iklan Indonesia sejak akhir tahun 1990-an. Pernah pula menggarap sinetron FTV hingga video musik klip.

Ia juga mendalami dunia fotografi dan videografi bawah laut. Dari catatan, ia adalah instruktur selam dari Professional Association of Diving Instructors (PADI).

Selain itu, ia juga film director and executive producer di Orange Waterland Films. Iman juga mengemban kursi Ketua Asosiasi Pekerja Film Iklan Indonesia. Film 3 Srikandi adalah debut karyanya sebagai sutradara layar lebar rilisan tahun 2016. Selain sutradara, Iman juga pegiat media sosial dan penulis blog.

Penulis: Febriansyah | Editor: Ceppy F. Bachtiar


Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi