Nalar.ID

Jakarta – Surabaya Hanya 10 Jam, Ini Fakta Tol Trans Jawa

Jakarta, Nalar.ID – Tahun 2019, jalan bebas hambatan atau tol Jakarta – Surabaya, sudah bisa dilintasi pengendara. Perjalanan Ibukota ke Surabaya bakal dilintasi jalan tol tanpa putus. Sejumlah fakta kami rangkum, untuk Anda.

Ekspedisi Menteri BUMN

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno, melakukan ekspedisi melintasi sejauh 747,5 kilometer (km) dari Surabaya ke Jakarta. Tak sendiri, ia ditemani sejumlah direktur utama BUMN dan jajaran lain. Ekspedisi dilakukan dilalui selama 18 jam, melintasi 12 ruas jalan tol, 2 jembatan, dan 2 rest area.

Mempersingkat Jarak

Tol Trans Jawa, bermanfaat untuk efisiensi distribusi logistik. Juga mempersingkat jarak tempuh transportasi, memicu pertumbuhan ekonomi wilayah, dan alternatif tol. Contoh, jika melintasi jalan raya secara umum atau nasional, menelan waktu 20 jam.

Lewat tol ini, hanya ditempuh 15 jam. Tercepat, bisa sampai 10 – 12 jam. Idealnya, Jakarta – Surabaya, antara 10 – 12 jam. Jakarta – Surabaya, sekitar 800 km. Bila dipacu kecepatan 100 km per jam, bisa cuma 8 jam.

Masih Lima Ruas Jarak 230 Km

Ada 640 km tol beroperasi saat ini. Sisanya, 230 kilometer, terbagi lima ruas dan akan operasi bertahap sampai akhir 2018. Lima ruas itu, diantaranya Sragen – Ngawi (51 km, minggu ke 2 November 2018), Pemalang – Batang (33 km), Batang – Semarang (75 km), Salatiga – Solo (32 km), Wilangan – Kertosono (39 km).

Semua beroperasi paling lambat pekan ke-2 Desember 2018. Sementara, tol Surabaya – Banyuwangi 230 km, saat ini sudah beroperasi 43 kilometer. Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk., Desi Arryani, berharap, di 2018, tambah 52 km. Sisanya, 185 km, rampung bertahap.

Diskon Tarif

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Sugiyartanto, berencana memberi diskon tarif pada tol Trans Jawa itu. Diharapkan, tarif masuk tol tak terlalu mahal bagi pengendara. Sejauh ini, pihaknya belum menentukan mekanisme dan besaran diskon. Mereka masih mengkaji ke pemerintah dan para badan usaha jalan tol (BUJT).

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar | Sumber: Kementerian PUPR, Kementerian BUMN

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi