Nalar.ID

Jelang New Normal, Ini Harapan Millenial Talk Institute untuk Pendidikan Pesantren dan Santri

Nalar.ID, Jakarta – Beberapa waktu lalu, Presiden RI Joko Widodo resmi menetapkan kebijakan new normal. Hal ini sebagai bentuk upaya pemulihan kehidupan masyarakat secara bertahap. Ini memungkinkan risiko meluasnya penyebaran Covid-19, termasuk lembaga pendidikan.

Lembaga pendidikan tidak hanya dilihat dari komoditas sekolah umum, namun perhatian juga diberikan kepada lingkungan pendidikan pondok pesantren.

Menanggapi hal itu, aktivis milenial Talk Institute Jakarta, Saidatul Mutia meminta lingkungan pendidikan pondok pesantren perlu mendapat perhatian dari pemerintah.

“Pemerintah nampaknya belum memiliki perhatian dan kebijakan khusus menangani Covid-19 terhadap pesantren. Tiba-tiba pemerintah mendorong pelaksanaan new normal ke kehidupan pesantren. Ini mengkhawatirkan,” kata Mutia, kepada Nalar.ID, Rabu (3/6/2020).

Harus Dihindari

Alih-alih untuk menyelamatkan pesantren dari Covid-19, pesantren yang berbasis komunitas dan cenderung komunal justru dapat menjadi klaster baru pandemi.

“Sesuatu yang sepatutnya dihindari,” tukasnya.

Mutia menambahkan pemerintah juga patut memberikan jaminan kesehatan bagi para tenaga pengajar dan terdidik, yakni kalangan pondok pesantren jika nanti akan melaksanakan pembelajaran normal. 

Adapun, jika dilaksanakan, perlu ada protokol kesahatan dalam lingkungan belajar tersebut. Mutia pun meminta adanya kebijakan khusus di tingkat pendidikan pesantren, diantaranya:

1. Kebijakan pemerintah yang kongkrit dan berpihak. Ini wujud keseriusan pemerintah dalam menjaga pesantren dari risiko penyebaran Covid-19.

2. Dukungan fasilitas kesehatan untuk pemenuhan pelaksanaan protokol kesehatan, seperti  rapid test, hand sanitizer, akses pengobatan dan tenaga ahli kesehatan.

3. Dukungan sarana dan fasilitas kesehatan. Meliputi fasilitas pembelajaran online bagi santri yang belum bisa kembali ke pesantren dan biaya pendidikan. Baik itu Syahriyah/SPP/dan Kitab, bagi santri terdampak secara ekonomi.

Mutia juga berharap hal tersebut bisa menjadi perhatian pemerintah agar tak ada lagi penularan yang meluas. Selai itu para santri di lingkungan pondok pesantren juga tetap dapat melaksanakan belajar-mengajar dengan baik dan terjaga.

“Maka, kami dari Gerakan Millenial Talk Institute mewakili suara teman-teman di kalangan pendidikan pondok pesantren mendorong pemerintah memperhatikan hal ini demi keselamatan dan kesehatan kita semua,” jawabnya.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi