Nalar.ID

Jonathan Kuo, Mengenalkan Musik Klasik ke Masyarakat Indonesia

Nalar.ID, Jakarta – Indonesia patut berbangga karena punya pianis muda berbakat. Remaja usia 16 tahun kelahiran Bandung ini bernama Jonathan Kuo. Ia putra dari pasangan Linda Kartasasmita dan John Kuo.

Ia merupakan salah satu anak Indonesia berprestasi di bidang musik klasik sekaligus pianis atau pemain piano klasik di dunia dan anak muda Indonesia yang menjadi Young Steinway Artist. Di usia belia, ia mengukir prestasi dan mengharumkan nama Indonesia di kancah lokal hingga internasional.

Sejak usia dini, Jonathan sudah mampu memainkan karya-karya pianis besar seperti Chopin, Beethoven, Prokofiev, Bach, hingga Liszt. Ia memainkan karya–karya tersebut di sejumlah festival musik. Baik di dalam maupun luar negeri. Sejumlah prestasi juara 1-3 di berbagai kompetisi, pernah ia gondol.

Mulai dari Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2012 kategori Talentum A usia di bawah 10 tahun hingga penghargaan khusus pada penampilan Marzuka terbaik di 5th ASEAN International Chopin Piano Competition di Kuala Lumpur, Malaysia. Selain itu, Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2014 kategori Talentum B usia di bawah 13 tahun. Lalu Thailand 1st Chopin International Competition 2014.

Kemudian Medan International Piano Competition 2015 kategori E usia 13-17 tahun. Setelah itu, Indonesia Steinway Youth Piano Competition 2016 di Jakarta kategori Talentum C, usia 10-17 tahun.

Selain kompetisi, ia juga aktif mengikuti berbagai masterclass arahan para pianis ternama Tanah Air, serta artis dan pedagog (edukator) international. Diantaranya Thomas Hecht, Josef Anton Scherrer, Manfred Aust, Albert Tiu, Sam Haywood, Steven Spooner, Irina Vokhmyanina, Boris Kraljevic, Benjamin Loh, Ng Chong Lim, Li Ming – Qiang, Andrew Ma, Alexander Gurning, dan Kim Barbier.

Belajar Sejak Usia 7 Tahun

Jonathan, mulai belajar piano kali pertama pada usia 7 tahun. Ia siswa Iswargia R. Sudarno, pendiri Jakarta Sinfonietta. Jakarta Sinfonietta, adalah sebuah orkes kamar yang dibentuk 2015. Orkestra ini terdiri atas musisi–musisi klasik profesional Indonesia dari segala lapisan usia atau generasi dengan dedikasi dan integritas tinggi.

Sejak belajar piano bersama Iswargia, Jonathan semakin mencintai musik klasik. Ia bercita-cita untuk menjadi pianis klasik kelas dunia. Berkat talenta luar biasa di musik klasik, ia telah tampil dan diundang menjadi solois bersama Jakarta Concert Orchestra pimpinan Avip Priatna dan Iswargia R. Sudarno.

Pada Desember 2016, Jonathan menggelar resital tunggal perdananya pada rangkaian Steinway Concert Series. Mei 2017, ia bersama penyanyi Isyana Sarasvati sukses menggelar konser musik klasik bertajuk ‘Vienna at the Turn of 19th Century’ bersama Orkes Jakarta Sinfonietta di Aula Simfonia Jakarta, pada 6 Mei 2017. Saat itu, penampilan keduanya memikat ribuan penonton.

Pada Minggu (7/10) lalu, Jonathan menggelar Young Steinway Artist Gala Concert bersama Jakarta Sinfonietta dan konduktor Iswargia R. Sudarno di Aula Simfonia Jakarta.

Di konser itu, ia secara sempurna memainkan repertoar gubahan Tchaikovsky Piano Konserto dalam Bes Minor yang terkenal sulit. “Saya puas pada penampilan ini. bersyukur juga atas penghargaan ini (Young Steinway Artist),” tukas Jonathan, usai tampil.

Menurutnya, bermain musik bukan perkara mudah. Untuk pemusik, ia mengatakan sekaligus memberi saran bahwa harus kerja keras dan siap gagal. “Tapi harus coba lagi. Memperbaiki kesalahan supaya bisa lebih baik,” ungkapnya.

Ia berkeinginan, agar musik klasik lebih dikenal masyarakat Indonesia. Menurutnya, alasan masyarakat Indonesia tak begitu suka musik klasik adalah tak akrab dan familiar dengan musik itu. Padahal, lanjutnya, musik klasik memang musik yang indah,” imbuh Jonathan.

Jonathan adalah pianis muda Indonesia pertama yang belum mencapai jenjang pendidikan formal di konservatorium musik yang mendapatkan gelar kehormatan Young Steinway Artist. Ini pencapaian luar biasa. Tak hanya untuk Jonathan tapi bagi Indonesia.

Nama Jonathan akan berada di daftar Steinway Artist bersanding dengan pianis-pianis terbaik dunia seperti Martha Argerich, Lang Lang, Diana Krall, dan lain-lain. “Dia salah satu pianis muda paling handal dan potensial di Indonesia saat ini. Masa depannya cukup cerah untuk mengharumkan nama bangsa di dunia Internasional kelak,” tutup Iswargia.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi