Nalar.ID

Jumpa Jokowi, HIPPINDO Bantu Pemerintah Pulihkan Ekonomi Nasional

Nalar.ID, Jakarta – Belum lama ini, Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (HIPPINDO) menghadap Presiden Joko Widodo di Istana Negara Bogor, Jawa Barat. Kedatangan HIPPINDO guna membantu pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional dan melaporkan kondisi sektor ritel dan penyewa secara langsung.

Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah menyampaikan, ada tiga hal utama yang ia sampaikan kepada presiden.

“Pertama, mengenai permintaan vaksin untuk ekonomi dan kesehatan. Kedua, kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi. Ketiga, usulan menggerakkan ekonomi guna pemulihan ekonomi nasional,” kata Budihardjo, kepada Nalar.ID, Minggu (25/4/2021).

Penjelasannya, di antaranya, pertama, soal vaksin bagi ekonomi dan kesehatan. HIPPINDO akan mendapatkan vaksin sebanyak 500.000 bagi karyawan anggota HIPPINDO di bandara, mal, restoran, rest area, stasiun, pelabuhan dan commercial area atau karyawan support dan supplier ritel dan penyewa, yang nantinya dikoordinasikan oleh HIPPINDO.

Dengan 500.000 vaksin ini, akan membuat ekonomi meningkat dan kesehatan juga terjamin karena para karyawan ritel sudah divaksin.

“Kami juga akan buat program dengan membuat pin ‘Kami sudah divaksin dan tetap jaga prokes”. Pin inin akan dipakai semua karyawan front liner sektor ritel dan penyewa untuk membantu program sosialisasi vaksinasi Covid-19. Serta meningkatkan rasa percaya diri masyarakat berbelanja sehingga roda perekonomian kembali bergerak,” tambah Budihardjo.

Kedua, kondisi keuangan arus kas ritel selama pandemi. HIPPINDO mengimbau empat poin bantuan. Di antaranya, dukungan modal kerja dari perbankan, guna memastikan lancarnya modal kerja. Suku bunga ringan, penambahan modal kerja, dan dukungan dari perbankan, OJK, dan juga insentif dari PMK.

Insentif Perpajakan

Berikutnya, pelaku ritel dan penyewa diberi insentif dari sisi perpajakan. Income tax dalam rangka booster perdagangan tiga bulan ini. Misalnya free PPN untuk meningkatkan animo konsumen dalam membeli barang, terutama ramadan dan lebaran.

Selain itu, perlu diberi insentif offline bebas ongkos kirim, seperti online dalam rangka ramadan atau lebaran. Terakhir, jalur distribusi perlu diamankan seiring timbulnya premanisme yang membebani biaya retailers.

“Di sisi lain terkait branding Indonesia, juga perlu beberapa dukungan. Seperti lokasi-lokasi strategis untuk brand lokal Indonesia. Dukungan promosi dan same level of playing field (kesetaraan dalam perpajakan, antara online dan offline, kesetaraan perizinan, SNI, BPOM, dan ijin perdagangan lain. Kesetaraan yang dimaksud offline dan online bersifat impor langsung). Perlu ada payung hukum, sehingga bisa memberi rasa keadilan,” jelasnya.

Disisi lain, guna menggerakkan perekonomian di tahun 2021, HIPPINDO kembali menggelar Program Hari Belanja Diskon Indonesia/Happy Birth Day Indonesia (HBD Indonesia). Pihaknya berharap dukungan dari pemerintah, termasuk perbankan untuk support promosi.

“Kami harap di HBD Indonesia 2021, pemerintah bisa membantu kebijakan free ongkir, free PPN dan stimulus atau insentif lain untuk meningkatkan animo masyarakat berbelanja. Kami juga akan gandeng berbagai pihak untuk menyukseskan HBDI ini demi menggerakkan perekonomian Indonesia,” ungkap Fetty Kwartati, Ketua Panitia HBD Indonesia 2021.

Penulis: Radinka Ezar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi