Nalar.ID

Jurus Kementerian PUPR Minimalisir Risiko Banjir Jakarta

Nalar.ID, Jakarta – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Ciliwung-Cisadane, tengah menyelesaikan pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong di di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Ini bagian dari upaya Pemerintah mengurangi kerentanan kawasan Jakarta dari bencana banjir.

Rumah pompa di hilir Kali Sentiong ini merupakan bagian dari rencana induk pengendalian banjir (flood control) Jakarta. Ini sesuai kontrak kerja yang akan rampung tahun 2022.

Staf Ahli Menteri PUPR Bidang Teknologi, Industri dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja, sekaligus juru bicara Kementerian PUPR mengatakan penanganan banjir Jakarta dikerjakan secara komprehensif dari hulu hingga hilir.

“Di hulu ada dua bendungan kering, yaitu Bendungan Ciawi dan Bendungan Sukamahi. Insha Allah Juli 2021 segera selesai,” kata Endra, kepada wartawan, di proyek pembangunan Pompa Air Sentiong, Selasa (4/5/2021).

Selanjutnya pada bagian tengah, kata Endra, sudah dilakukan normalisasi Kali Ciliwung sepanjang 33 kilometer yang saat ini selesai 16 kilometer. Rencananya, tahun 2021 akan bertambah sepanjang 1,6 kilometer.

Endra juga menyampaikan, untuk kawasan hilir terdapat pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong untuk mengurangi risiko banjir yang kerap menggenangi tiga kecamatan di Jakarta. Di antaranya Kecamatan Tanjung Priok, Pademangan, dan Kemayoran.

Metode pengendalian banjir Pompa Sentiong dilakukan dengan memompa air Kali Sentiong ketika elevasinya tinggi dan mengalirkan kembali ke Teluk Jakarta.

“Ini daerah rendah. Jadi, kalau air di Teluk Jakarta itu tinggi masih bisa kita pompa. Dengan adanya pompa ini kita masih bisa dorong air ke laut sehingga tidak tersumbat di tengah,” tambahnya.

Endra menambahkan fungsi Pompa Ancol-Sentiong digunakan untuk penanganan yang sifatnya emergency. Misalnya dilakukan pada Underpass Kemayoran yang sempat tergenang pada awal 2020.

“Kasus seperti itu kita tangani dengan pompa-pompa. Alhamdulillah, tahun 2021 tak ada genangan lagi,” imbuhnya.

Pada kesempatan serupa, Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air BBWS Ciliwung Cisadane Andri Rachmanto mengatakan, di Jakarta Utara, ketinggian tanahnya rendah dan landai. Akibatnya wilayah ini rawan banjir rob akibat pasang air laut dan menjadi muara dari aliran air yang semuanya ke wilayah Jakarta Utara.

“Aliran sungai di wilayah ini sering pasang surut air laut dari Laut Jawa. Dengan pompa ini, kita bisa menjaga elevasi air di tiga kecamatan Jakarta Utara, sehingga bisa terlindungi dari pasang air laut,” tutur Andri.

Adapun, pekerjaan Pembangunan Stasiun Pompa Ancol-Sentiong terbagi dalam tiga Zona. Zona A, berupa pemancangan Corrugated Concrete Sheet Pile (CCSP) sepanjang 272.89 meter sisi kiri (utara), pemancangan CCSP sepanjang 266.41 meter sisi kanan (selatan), dan pengerukan sepanjang 332.89 meter alur sungai.

Untuk Zona B, rumah pompa dengan pompa banjir tipe submersible sebanyak 5 buah. Masing-masing berkapasitas 10 m3/detik.

Selanjutnya Zona C, pemancangan CCSP sepanjang 653.17 meter sisi kiri (utara), pengerukan sepanjang 257.11 meter alur sungai, dan pemasangan tetrapod di sisi hilir sepanjang 25 meter.

Pembangunan Stasiun Pompa Ancol- Sentiong dikerjakan oleh kontraktor PT. Wika (Wijaya Karya) – Jaya Konstruksi KSO. Nilainya Rp 437,6 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) – Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) tahun 2020 – 2020.

Sejauh ini progres pekerjaannya baru mencapai 3,9%. Harapannya akan rampung 14 Oktober 2022 mendatang.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi