Nalar.ID

Kaget? Ini 8 Cabang Olahraga Unik di Asian Games 2018

Nalar.ID, Jakarta – Pesta Asian Games 2018 pada 18 Agustus – 2 September 2018 di Jakarta dan Palembang, tak lama lagi digelar. Meskipun termasuk ajang olahraga terfavorit, masih orang yang hanya memerhatikan olahraga-olahraga ternama di ajang internasional di Asia ini. Seperti sepak bola, bulu tangkis, basket.

Padahal, tahun ini, ada 40 cabang yang dipertandingkan. Beberapa termasuk cabang olahraga (cabor) terbaru dan cukup asing di telinga. Apa saja?

Skateboard

Nama ‘akrab’-nya adalah papan luncur. Di Tanah Air, skateboard banyak populer dan digandrungi. Terutama di kalangan anak muda. Biasanya, mereka ‘berselancar’ di ruas jalan sepi dengan kondisi kontur beraspal. Beberapa juga kita jumpai saat momen care free day (CFD), baik di kawasan Sudirman dan Thamrin, Jakarta, hingga beberapa tempat lain di Indonesia.

Jenis olahraga asal negeri Paman Sam ini tak hanya menuntut pemain agar tidak jatuh saat meluncur dengan papan luncur tapi penilaian juga dilihat dari trik-trik lain. Terutama trik untuk menghasilkan gerak indah, atraktif, dan lincah, di atas papan. Maka itu, jangan meremehkan komunitas pecinta skateboard sebab cabor ini masuk dalam Asian Games 2018.

Skateboard Asian Games - nalar.id
Permainan skateboard. (Istimewa/nalar)

Squash

Bagi penggemar olahraga tenis, tentu akrab dengan cabor Squash. Permainan olahraga asal Inggris ini punya kemiripan dengan tenis. Bedanya, permainan ini tidak berhadapan dengan lawan melainkan bermain sejajar dan menghadap tembok. Pola permainan, dilakukan dengan cara memantulkan bola karet ke tembok dengan cara memukul dengan raket, lalu bergantian dengan lawan.

Tak jauh beda dengan tenis atau badminton, squash punya sistem hitung poin. Sayangnya,  di Indonesia, cabor yang mengandalkan kekuatan kaki dan tangan ini belum banyak dilirik. Namun, di Jakarta, sudah ada beberapa klub olahraga menyediakan lapangan bermain squash.

Squash Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan olahraga Squash (Istimewa/nalar)

Trampolin

Di Indonesia, trampolin biasa dikenal dalam wahana permainan. Biasanya, digandrungi anak-anak hingga orang dewasa. Tapi, trampoline, ternyata termasuk salah satu cabang olahraga di Asian Games 2018. Cabor ini termasuk ke dalam disiplin olahraga gymnastic. Sebab, dilakukan dengan ‘lompat-lompat’ di arena yang terbuat dari area karet membentang. Para atlit dinilai dari trik lompatan. Semakin ekstrim, peluang untuk menang semakin besar.

Trampolin - nalar.id
Permainan trampoline. (KOMPAS)

Dressage

Anda tentu sudah tahu cabang olahraga berkuda. Di cabang dressage, memiliki sedikit kesamaan dengan pacu kuda. Cabor ini ini menerapkan disiplin olahraga equestrian alias berkuda. Sementara, untuk balap kuda,  mengutamakan kecepatan. Selain itu, Dressage  mengutamakan uji ketangkasan dan kesenian dalam berkuda.

Penilaian cabor ini ialah keindahan dan keanggunan kuda yang atletis, lentur dan luwes. Keserasian antara kuda dan penunggang ikut berpengaruh. Semakin selaras, hasil poin kian tinggi. Atlit cabor ini dituntut mahir mengarahkan sang kuda membentuk gerakan-gerakan indah. Tak terbayang bagaimana sulitnya mengarahkan kuda untuk membentuk gerakan indah. Mau mencoba?

Dressage Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan olahraga Dressage. (Shutterstock.com)

Kabaddi

Cabor yang menggabungkan gulat dan kelincahan ini berasal dari India. Dimainkan di lapangan berukuran 10 x 13 meter untuk pria, dan 8 x 12 meter untuk wanita. Lapangan lalu dibelah dua oleh garis untuk dilakukan oleh 2 tim. Setiap tim berjumlah 7 orang. Selama total 20 menit, setiap tim bergantian mengirim anggota ke lapangan musuh. Untuk mengantongi nilai poin, penyerang harus menyentuh satu atau lebih anggota tim lawan lalu kembali ke area-nya. Biasanya, pemain yang bertahan akan menahan penyerang dengan cara bergulat. Cabor ini berusia 4.000 tahun. Secara harfiah, Kabaddi berarti ‘kai pidi’. Dalam bahasa Indonesia disebut ‘berpegangan tangan’. Gaya permainan nyaris serupa dengan gobak sodor di Indonesia. Cabor ini kali pertama muncul di Asian Games 1990.

Kabaddi Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan olahraga Kabaddi. (Istimewa/nalar)

Bowling

Dikenal sebagai permainan, Bowling ternyata bagian dari cabang olahraga. Teknik olahraga ini dimainkan dengan menggelindingkan bola khusus menggunakan satu tangan di papan panjang.

Bola lantas diarahkan ke pin berjumlah 10 dan sudah disusun membentuk segitiga di ujung papan. Dalam menentukan pemenang, permainan ini menggunakan skor. Makin banyak pin jatuh, peluang untuk menang semakin lebar. Teliti dalam menggelindingkan bola adalah kunci utama cabor ini.

Bowling Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan bowling. (Istimewa/nalar)

Contract Bridge

Biasa disebut bridge. Olahrag ini memakai otak seperti pola catur. Bedanya, bridge,  dimainkan 4 orang dengan 1 set kartu remi. Para pemain duduk berhadapan dan berpasangan. Seperti permainan kartu pada umumnya, dalam bridge, ada sistem atau aturan main bagi. Karena waktu permainan terbatas, setiap pemain dituntut untuk mampu berpikir cerdas, mengatur langkah, membaca strategi lawan, serta lainnya.

Contract Bridge Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan Contract Bridge. (Istimewa/nalar)

Paralayang

Cabor ini terbang bebas dari ketinggian menggunakan parasut atau kain. Dari segi alat maupun teknik, paralayang berbeda dengan terjun payung.

Paralayang Asian Games 2018 - nalar.id
Permainan paralayang. (Shutterstock.com/nalar)

Jika terjun payung biasa dilakukan saat naik pesawat, di paralayang, meluncur dari bukit atau tebing. Parasut yang dipakai paralayang sudah terkembang sempurna sebelum sang atlit naik. Pastinya, olahraga ini sangat seru dan mendebarkan terutama bagi kamu pecinta olahraga ekstrim.

Penulis: Baktian, Febriansyah Editor: Radinka Ezar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi