Nalar.ID

Kata Ketum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, Ini Kriteria ‘Ibu Bangsa’ di Hari Ibu

Jakarta, Nalar.ID – Sebagai organisasi pergerakan perjuangan perempuan Indonesia, Kowani (Kongres Wanita Indonesia) tumbuh dan bergerak hampir bersamaan dengan Sumpah Pemuda 1928. Selain itu, usia Kowani, jauh lebih tua dari Indonesia.

Sebabnya, hari lahir Kowani oleh Presiden Sukarno diapresiasi tinggi sesuai usulan Kowani tahun 1938 melalui Kongres ke III. Maka itu, 22 Desember 1928, Kowani mulai berjuang sejiwa dan selaras dengan lahirnya semangat Sumpah Pemuda.

Selain itu, ada keputusan penting lain yang dicetuskan di kongres 1938 tersebut, yakni mengangkat konsep ‘Ibu Bangsa’. Demikian penjelasan Ketua Umum Kowani Giwo Rubianto Wiyogo, dalam siaran pers diterima Nalar.ID, Kamis (21/12).

“Dalam meningkatkan pergerakan, wanita Indonesia harus melaksanakan kewajiban utama sebagai ‘Ibu Bangsa’. Yaitu wajib berusaha membina pertumbuhan generasi penerus yang lebih sadar akan kebangsaannya,” kata Giwo.

Menurutnya, peringatan Hari Ibu ke-90 tahun 2018 ini, merupakan momen tepat untuk menggali kembali semangat dan makna ‘Ibu Bangsa’.

Dalam kehidupan kekinian, kata Giwo, wanita sebagai ‘Ibu Bangsa’ sangat dibutuhkan. Sebagai wanita pada lintasan binaan dan perhatiannya, bukan sekadar intern keluarga semata.

Siapakah ‘Ibu Bangsa’ yang dimaksud?

“Jika bicara sebagai ‘Ibu Bangsa’, tugas ini bisa diemban dan diperankan semua wanita. Baik yang menikah, melahirkan, tidak melahirkan, tidak menikah, asalkan wanita maka tugas sebagai ‘Ibu Bangsa’ bisa diembannya.

Ia menjelaskan, kriteria ‘Ibu Bangsa’ yaitu memiliki keteladanan, role model, profesional, mandiri, bermartabat, kreatif, berdaya saing, visioner, berkarakter, dan berani. Selain itu, menjadi pendidik, pengasuh, pembimbing, sekaligus guru, dan lainnya.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ezar Radinka

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi