Nalar.ID

Kejar Pengakuan UNESCO, Tiga Provinsi Gunakan Geopark Run Series 2020

Nalar.ID, Jakarta – Tiga provinsi, yaitu Bangka Belitung, Lampung, dan Sumatera Barat sepakat menggunakan ajang Geopark Run Series (GRS) 2020. Ajang ini sebagai momentum untuk mengejar pengakuan dari UNESCO Global Geopark (UGG).

Event GRS 2020, sebagai wisata minat khusus yang dipadukan dengan wisata olahraga akan berlangsung di empat lokasi destinasi wisata geopark (Taman Bumi), yakni Belitong, Ciletuh, Krakatau, serta Minang secara berseri.

Penyelenggaraan ini dimulai dari Tanjung Kelayang, Belitong, pada 18-19 April 2020. Lalu diakhiri di Ngarai Sianok, Sumbar pada 28-29 November 2020.

Di kesempatan yang sama, Bupati Agam, Sumatera Barat, H. Indra Catri menjelaskan, pengalaman penyelenggaraan lomba lari Minang Geopark Run (MGR) pada 2018 dan 2019 melibatkan beberapa geopark di Kabupaten Agam dan mendapat pengakuan tingkat nasional.

“Geopark nasional ini kita akan ditingkatkan ke tingkat global dengan mendapat pengakuan UNESCO,” kata Indra.

Kabupaten Agam, menurut Indra Catri, mempunyai unggulan daya tarik wisata alam geopark (Taman Bumi) berupa gunung, danau, atau pantai. Serta daya tarik budaya masyarakat sekitarnya.

Pada kesempatan lain, Kadispar Kabupaten Belitung, Jasagung Hariyadi menyatakan, Kabupaten Belitung berharap dengan terpilihnya sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan GRS 2020 akan memudahkan dalam mewujudkan destinasi geopark UGG pada tahun ini.

30 Geopark

Diketahui, Indonesia memiliki lebih dari 30 geopark dengan kekhasan alamnya masing-masing. Ini menjadi daya tarik, sehingga menjadikan sebagai salah satu destinasi geopark menarik di kawasan Asia Pasifik.

Saat ini ada empat geopark yang mendapat pengakuan UGG. Diantaranya Gunung Batur (Bali), Pegunungan Sewu (Yogyakarta), Gunung Rinjani (NTB), dan Ciletuh-Palabuhan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Penyelenggaraan GRS 2020 mempunyai media value atau media branding yang tinggi, karena dipromosikan oleh media nasional dan internasional.

Event GRS 2020 juga memberikan dampak langsung berupa awareness, yakni terpromosikannya kawasan wisata sekitar geopark. Serta mendorong perekonomian masyarakat.

Selain itu event itu akan meninggalkan legacy yang bermanfaat bagi masyarakat yang akan berkunjung ke geopark melalui kegiatan CrowFunding dan Crowdsourcing. Antara lain pembuatan pembangunan toilet umum dan mushola, maupun penanaman bakau sebagai pelestarian alam.

Rangkaian kegiatan GRS 2020, diantaranya field trip, ultra run 60K, celebration run 5K/10K/21K, charity program. Serta diakhiri dengan pesta rakyat, yakni mengajak masyarakat untuk terlibat dan menikmati hiburan kesenian dan kuliner khas daerah setempat.

GRS 2020 berlangsung di Belitong (18-19 April 2020), Ciletuh (27-28 Juni 2020), Krakatau (29-30 Agustus 2020), dan Minang (28-29 November 2020).

Penulis: Erha Randy | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi