Nalar.ID

Keluarga Cemara: Nostalgia Keluarga Zaman Now

Jakarta, Nalar.ID – Masih ingat, khususnya mereka yang besar di era ‘90an pada serial televisi mingguan mengenai keluarga yang hidup dalam kesederhanaan tapi tetap bisa bahagia. Kesabaran Abah, keuletan Emak, kebijaksanaan Euis, dan kepolosan Ara, membuat nama Keluarga Cemara meninggalkan jejak mendalam bagi keluarga-keluarga Indonesia, saat itu.

Terlebih, lirik lagu: ‘Selamat pagi abah/selamat pagi emak/mentari ini berseri indah..’, menjadi lirik yang diingat semua orang.

Kini, lebih dari satu dekade berselang sejak serial televisinya bungkus tayang, Visinema Pictures, mengangkat kembali semangat itu dalam film Keluarga Cemara di pembuka 2019.

Maka, terpilihlah Ringgo Agus Rahman (Abah), Nirina Zubir (Emak), Zara ‘JKT48’ (Euis) dan Widuri Puteri (Ara), sebagai Keluarga Cemara versi zaman now.

Mengajak Yandy Laurens, sutradara muda yang pernah memenangkan Piala Citra 2013 untuk film pendeknya, Wan An. Lalu Gina S. Noer, produser dan penulis naskah, yang pernah memenangkan Piala Citra untuk Skenario Adaptasi Terbaik pada film Habibie & Ainun; dan Anggia Kharisma, yang sukses dengan franchise Filosofi Kopi.

Film ini menghadirkan awal kisah perjalanan Keluarga Cemara. Cemara sendiri bukan hanya nama panjang karakter Ara, tapi melambangkan filosofi Cemara, yakni pohon kuat dan tahan berbagai musim.

Laris di JAFF 2018

Film ini laris manis dan mengharu biru di ajang JAFF (Jogja Netpac Asian Film Festival) akhir November 2018. Reaksi penonton begitu positif. Antrian penonton membludak di sesi penayangan hari kedua dan ketiga di JAFF.

Dalam kesempatan ini, kreator Keluarga Cemara, Arswendo Atmowiloto mengatakan: “Keluarga Cemara adalah keluarga yang mampu mengucap dan mengungkapkan rasa syukur dalam air mata, juga senyum bersama.”

Film ini diadaptasi dari serial televisi populer dengan judul yang sama karya Arswendo Atmowiloto, pada 3 Mei 1996 hingga tamat 29 Februari 2005. Nostalgia menjadi salah satu elemen film ini. Apalagi Bunga Citra Lestari menyanyikan lagu Harta Berharga dengan aransemen segar karya Ifa Fachir.

Terlibat sebagai produser dan penulis naskah film Keluarga Cemara, Gina S. Noer, dalam jumpa pers di XXI Epicentrum, Kuningan, Jakarta, Kamis (20/12), menyatakan, film ini mencoba memberi inspirasi akan harmoni dan keteguhan saat cobaan mendera keluarga.

“Ini penting untuk mengembalikan nilai-nilai baik dalam film yang bisa ditonton seluruh anggota keluarga. Karena, di 2019, perlu kita awali dengan kisah mengapa kita harus tetap kembali ke keluarga,” ucap Gina.

Setelah satu dekade lebih berselang, film ini bisa disaksikan awal 3 Januari 2019. Menyajikan tak hanya nostalgia, namun tontonan bersama keluarga yang hangat di awal tahun.

Penulis: Veronica Dilla | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi