Nalar.ID

Kembangkan Ekonomi Digital dengan Ekosistem TIK di Kawasan 3T

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah berkomitmen menyediakan infrastruktur telekomunikasi merata dan inklusif terhadap masyarakat di kawasan Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) di Indonesia.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate menyatakan upaya itu selaras dengan akselerasi transformasi digital melalui adopsi dan inovasi teknologi digital.

“Salah satu prioritas strategis Pemerintah Indonesia di bawah leadership Presiden Joko Widodo, yakni membangun infrastruktur digital yang inklusif demi menghadirkan layanan berkualitas dengan menggunakan teknologi digital,” ujarnya belum lama ini, kepada Nalar.ID.

Menurut Menteri Johnny, Pemerintah memanfaatkan momentum pergeseran kebiasaan masyarakat di masa pandemi Covid-19 untuk mendorong percepatan ekonomi digital di Indonesia, khususnya di pedesaan. 

Ia menyambut baik penyelenggaraan konferensi mengenai TIK untuk Pembangunan Desa. Menurutnya, forum itu penting untuk mengembangkan transformasi digital sejalan dengan progresi di tengah pandemi Covid-19.

“Dunia, termasuk Indonesia sedang mengalami sebuah akselerasi sentripetal di mana yang menggabungkan pandemi Covid-19 dan juga revolusi industri 4.0. Transformasi diwujudkan melalui tiga fokus utama yaitu pengarusutamaan industrial digitalisasi untuk UMKM, ekonomi pada sektor digital dan ekonomi hijau,” jelasnya.

Mengutip laporan ASEAN Development Bank Tahun 2021, Menteri Johnny menyebutkan percepatan transformasi digital memiliki pengaruh sangat signifikan dalam pemulihan ekonomi sebagai sebuah negara kepulauan dengan hampir 3,4% masyarakat desa di dalamnya akibat terdampak pandemi Covid-19.

Menurut Menkominfo, Pemerintah berupaya melakukan optimalisasi produktivitas ekonomi digital agar di tahun 2025 bisa tumbuh menjadi 124 miliar dolar AS.

“Melalui optimalisasi produktivitas yang didorong oleh transformasi digital, PDB nasional diperkirakan bisa meningkat 1% tahun 2024. Sedangkan nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 diprediksi akan tumbuh hingga 23%, yakni 124 miliar dolar AS, atau setara Rp1.781 Triliun,” jelasnya.

Menteri Johnny memyatakan tahun 2020, valuasi ekonomi digital di Indonesia diprediksi akan mencapai 44 miliar dolar AS. Hal itu berkontribusi lebih atau sekitar 4% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Serta hampir 42% terhadap total digital ekonomi kawasan Asia Tenggara atau ASEAN.

“Besarnya kekuatan demografis digital Indonesia pada Januari 2021 sudah mencapai 202,6 juta orang atau 73,7% dari total populasi, dipercaya dan kita yakini yang menjadi salah satu faktor pendorong bagi geliat positif pertumbuhan ekonomi nasional di masa-masa yang akan datang,” jelasnya.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi