Nalar.ID

Kemenkominfo: Bahaya Hoaks sebagai Implikasi Nyata Penyalahgunaan Internet

Nalar.ID, JAKARTA – Kemenkominfo menggelar kegiatan Literasi Digital untuk menekankan bahaya hoaks sebagai salah satu implikasi nyata penyalahgunaan internet. Terlebih lagi di tengah arus modernisasi yang memudahkan perkembangan teknologi, internet membawa banyak potensi. Hal yang patut digarisbawahi adalah, potensi tersebut tidak melulu berimbas positif.

“Internet mempunyai 2 dampak yaitu dampak positif dan dampak negatif, kita harus memperbanyak konten- konten positif untuk mengimbangi konten- konten negatif di internet”, ujar Ketua Tim Literasi Digital sektor Pendidikan, Bambang Tri Santoso, dalam keterangan resmi, Kamis (28/3/2024).

Bambang mengimbau seluruh peserta untuk turut berkontribusi di ruang digital dengan menciptakan konten-konten positif sebagai bentuk memerangi berita hoaks yang beredar di internet.

“Harapannya kegiatan Literasi Digital yang terselenggara bersama Universitas Tdulako ini dapat memberikan pemahaman praktis kepada peserta agar tidak lagi terdapat penyalahgunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Bambang turut menyampaikan perihal empat pilar literasi digital yang dinilai penting untuk disampaikan kepada para peserta sehingga pemahamannya semakin meningkat ke arah yang lebih baik.

Menyambung pernyataan Bambang, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Tadulako, Ahmad Herman membuka paparan Digital Ethics dengan pernyataan dualisme teknologi. Menurut Ahmad, teknologi adalah “way of life” namun dapat juga menjadi senjata yang berbalik bagi penggunanya, salah satunya adalah kemunculan hoaks.

“Hoaks muncul dari penyalahgunaan teknologi dan informasi. Gencar dan tidak dapat dihentikan 100%, tapi yang mampu kita lakukan adalah menekan kemunculannya agar tidak berkembang menjadi masif dan menimbulkan gejolak sosial,” tutur Ahmad.

Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi