Nalar.ID

Kenalkan Gamelan ke Mancanegara, Livi Zheng Raih Duta Budaya di AS

Beverly Hills, Nalar.ID – Penghargaan dan pujian tinggi atas karya film Bali: Beats of Paradise terus bertambah. Setelah diapresiasi pasca penayangan di Academy of Motion Picture Arts and Sciences Amerika Serikat (AS), lalu di Walt Disney Animation Studios AS, dan Pride of Southeast Asia Filipina, lewat karya monumental itu, Livi Zheng kini meraih penghargaan spektakuler.

Kali ini, sutradara Indonesia ini meraih penghargaan dari Unforgettable Gala, di AS, akhir pekan lalu bersama sutradara Crazy Rich Asians, Jon M. Chu; dan aktor Star Trek, John Cho.

Unforgettable Gala merupakan acara penghargaan tertua paling bergengsi di AS yang diberikan untuk tokoh-tokoh Asia. Penghargaan diberikan atas dedikasi dan karya cipta yang dipersembahkan kepada dunia. Tema kali, yakni ‘Identitas Kolektif atas Kreativitas dalam Diversitas’.

Livi Zheng adalah penerima penghargaan asal Indonesia kali pertama dari Unforgettable Gala. Ia juga menerima Culture Ambassador Award. Selain Livi, sutradara Crazy Rich Asians, Jon M. Chu; dan aktor Star Trek, serta Searching, John Cho, juga menerima penghargaan serupa.

Unforgettable Gala 2018 berlangsung di The Beverly Hilton Hotel, Beverly Hills, California, AS. Unforgettable Gala menjadi ‘jembatan waktu’ terbaik, yaitu galeri memori masa silam dan momen terbaik saat ini dan masa mendatang.

Gala ini juga harapan dan inspirasi bagi karya terbaik di masa depan. Dengan dibumbui ambisi dan keberanian, para figur Asia ini menggemakan budayanya di negeri adidaya, AS.

Livi Zheng - nalar.id
Livi Zheng, sutradara asal Indonesia, saat meraih penghargaan ‘Culture Ambassador’ di Beverly Hills, California, Amerika Serikat, pekan lalu. NALAR/Dok.Pribadi.

“Saya sangat gembira menerima penghargaan ini karena Indonesia dan gamelan Indonesia di apresiasi di apresiasi,” ungkap Livi, dalam keterangan tertulis, Senin (11/12) lalu.

“Saat saya memulai karier di film, pernah ada yang mengatakan bahwa saya tak pas memiliki mimpi menjadi sutradara di Hollywood. Alasannya, saya Asia, muda dan wanita. Namun, saya tetap terus mengejar mimpi saya. I had faith. I believe miracles and success begin with faith,” tambahnya.

Duta Budaya
Dalam catatan, Unforgettable Gala 2018 menjadi penghargaan ke-17 digelar. Tahun ini, gala diberikan pada 12 figur penting Asia di AS. Mereka mewakili berbagai kategori. Selain Culture Ambassador diterima Livi, juga diantaranya diberikan kepada Jon M. Chu untuk kategori Director.

Jon merupakan sutradara film Crazy Rich Asians. Kategori ini film menjadi milik John Cho, bintang Star Trek dan Searching. Sementara, Actor in Television, menjadi milik Sandra Oh yang dikenal melalui TV seri Grey’s Anatomy. Untuk kategori Vanguard menjadi milik film Crazy Rich Asians. Naomi Osaka sebagai Athlete on Another Level.

“Penghargaan ini penegasan bahwa Indonesia dapat bersaing di dunia internasional. Sebagai negara populasi keempat terbesar di Indonesia, harusnya lebih banyak lagi orang Indonesia yang go internasional. Saya lihat, Indonesia memiliki banyak talent, you have to believe in yourself and let’s share Indonesia to the world together,” terang Livi.

Selama ini, ekplorasi besar seni budaya Indonesia kerap dilakukan Livi dalam filmnya itu. “Diversitas budaya saya wujudkan melalui gamelan Bali. Apalagi, budaya ini  sebenarnya familiar di sana. Beberapa film besar seperti Avatar karya James Cameron, TV seri Star Trek. dan animasi Akira pun memakai musik gamelan,” jelasnya.

Legitimasi publik AS terhadap seni budaya Gamelan kini lebih tinggi. Kamis (6/12) waktu setempat lalu, film Bali: Beats of Pardise, diundang untuk ditayangkan di Walt Disney Animation Studios Amerika. Penonton yang hadir beragam. Mulai dari produser film Moana hingga Head of Story Frozen.

Livi juga aktif mem-branding pariwisata Indonesia dengan menampilkan sisi keindahan Nusantara. Lewat karya-karyanya itu, seperti ‘Amazing Blitar’, yang ditayangkan di Downtown Los Angeles, AS, Livi mengantongi sukses besar.

Efeknya, beberapa pengunjung yang menyaksikan ‘Amazing Blitar’ sudah datang langsung ke kampung halamannya di Blitar, Jawa Timur. Nuansa Indonesia juga dimunculkan Livi dalam film Brush with Danger, yang sempat masuk seleksi nominasi film-film Oscar pada 2015.Film ini juga menggunakan puluhan lukisan karya seniman Indonesia.

“Kami tertarik terus mengekplorasi eksotisme Indonesia. Tahun depan, kami menampilkan konser Nusantara. Rencananya, nanti akan memakai footage Candi Borobudur dan Danau Toba. Untuk pengambilan gambar sudah dilakukan Agustus lalu. Nanti akan dikolaborasi dengan penari dan musisi Indonesia yang pentas di Amerika,” tuturnya, lagi.

Masuk Academy Awards
Terlepas dari hingar bingar Unforgettable Gala dan rencana besar Livi, film Bali: Beats of Paradise, saat ini sedang melakukan countdown panitia Oscar. Film ini masuk kompetisi Academy Award kategori Best Documentary Feature.

Sejak awal, Bali: Beats of Paradise bersaing bersama 165 judul film dokumenter lain. Posisi 15 besar Academy Award telah diumumkan Senin (17/12) lalu waktu AS.

“Saya berharap film Bali: Beats of Paradise terus bertahan di persaingan Academy Awards. Artinya, tetap masuk di fase 15 besar. Bila skenario ini berjalan, selalu ada harapan menjadi nominator Oscar,” harapnya.

Selanjutnya, jika lolos seleksi, kepastian status Bali: Beats of Paradise dalam Nominasi Oscar 2019, akan disampaikan pada 22 Januari 2019. Merespon potensi film Bali: Beats of Paradise, doa pun diberikan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Kami memberikan doa terbaik bagi film itu. Indonesia sangat berharap melihat film ini masuk nominasi Oscar. Terlepas dari apapun, kami gembira. Apalagi, Livi sudah mendapatkan penghargaan di Unforgettable Gala. Terus berkarya demi Indonesia,” harap Arief Yahya, mengakhiri percakapan, di kesempatan berbeda.

Penulis: Ceppy F. Bachtiar | Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi