Nalar.ID

Kesiapan Pemerintah Hadapi Badai La Lina

Nalar.ID, Jakarta – Pemerintah memastikan kesiapan menghadapi bandai La Nina yang diprediksi bakal berlangsung hingga Maret 2021.

Menteri Sosial Ad Interim Muhadjir Effendi menjelaskan bentuk kesiapan pemerintah dalam menghadapi fenomena badai La Nina itu diwujudkan oleh apel kesiapsiagaan bencana yang diikuti Tagana dan Kopassus dalam mengatasi dampak La Nina di Makopassus.

“Apel ini wujud nyata bagaimana kita harus siap menghadapi segala bentuk bencana, termasuk badai La Nina,” kata Muhadjir.

Muhadjir menambahkan saat ini pemerintah telah melakukan pemetaan terhadap daerah-daerah yang kemungkinan besar akan terdampak sangat serius fenomena La Nina. Walau demikian, ia tak menjelaskan detail daerah mana saja yang akan terdampak parah.

“Kita minta seluruh daerah siap siaga mengatasi dampak La Nina,” tambahnya.

Selain itu, dijelaskan Mensos, TAGANA juga diberikan tugas untuk membantu pemerintah dan satgas Covid-19 dalam mengatasi bencana sosial yang terjadi saat ini.

Kemensos juga akan memberikan bantuan mobil dapur umum sebanyak dua unit. “Desain dan model tengah disiapkan Kopassus. Nanti, ini bisa menjadi model jika desainnya bagus dan mudah operasikan di daerah bencana,” sambungnya.

Prediksi BMKG

Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) telah merilis bahwa akhir Desember 2020 hingga Maret 2021, diprediksi terjadi fenomena alam La Nina. Ini menyebabkan curah hujan berkembang  sampai dengan 40% kondisi musim hujan biasa.

Kesiapan daerah dalam menghadapi ancaman bencana alam ini, dikatakan Muhadjir untuk meminimalisir korban jika setiap saat terjadi bencana.

BNPB mencatat, sepanjang tahun 2020, Januari hingga 10 Desember 2020, terdapat 2.676 kejadian bencana di Indonesia. “Ini membuktikan bahwa wilayah Indonesia ini sangat rawan bencana,” jelasnya.

Sementara itu, Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Pepen Nazaruddin telah melakukan koordinasi dengan TNI, Polri dan pemerintah daerah guna melakukan kesiagaan bencana.

“Kita telah instruksikan TAGANA untuk terus melakukan monitoring dan latihan bersama dengan segala unsur. Termasuk TNI/Polri dalam evakuasi dan pertolongan kepada masyarakat jika terjadi bencana,” jelas Pepen.

Pepen juga berjanji akan mendistribusikan bufferstok ke gudang-gudang di wilayah yang terindikasi rawan bencana.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi