Nalar.ID

Ketua DPW Partai NasDem DKI Nurcahyo Anggorojati Usul Capres Anies Baswedan

Nalar.ID, Jakarta – Sehari sebelumnya, Jumat (17/6/2022) malam di JCC Senayan, Jakarta, Ketua Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh telah mengumumkan tiga nama bakal calon calon presiden (capres) rekomendasi hasil Rakernas Partai NasDem.

Tiga nama itu, di antaranya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, dan Panglima TNI Andika Perkasa.

Sebelumnya, Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai NasDem DKI Jakarta Nurcahyo Anggorojati telah mengirimkan tiga nama bakal capres pada Rakernas Partai NasDem, pada 15-17 Juni 2022.

Tiga nama capres usulan DPW DKI itu, salah satunya Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Selain Anies, Nurcahyo juga mengusulkan dua nama dari internal partai.

“Dari DPW DKI kami mengusulkan Anies Baswedan dari eksternal partai. Lalu, dua dari internal partai, yakni Bendahara Umum NasDem Ahmad Syahroni dan Wakil Ketua MPR sekaligus Majelis Tinggi NasDem Lestari Moerdijat,” ujar Nurcahyo Anggorojati, di sela Rakernas Partai NasDem, Jumat (17/6/2022).

Nurcahyo menambahkan, DPW NasDem DKI sengaja mengusulkan Anies lantaran mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut memiliki kriteria seorang calon presiden yang harus. Serta mampu menangani sejumlah masalah, serta melanjutkan program kerja masa pemerintahan Presiden RI Jokowi.

“Pertimbangan DPW DKI mengusulkan Anies karena kami nilai seorang pemimpin itu dapat menangani masalah lapangan pekerjaan, ketahanan pangan, dan pendidikan. Capres juga bersifat dapat menyatukan, dapat menghilangkan polarisasi yang sudah ada. Terakhir, terakhir dapat melanjutkan program-program dari pemerintah sebelumnya. Pak Jokowi banyak program-programnya yang bagus sehingga harus dilanjutkan,” ungkapnya.

Nurcahyo mengatakan bahwa usulan nama Anies dari DPW DKI berdasarkan kombinasi dalam melakukan penjaringan capres.

“Di Jakarta, di tempat yang saya pimpin, kami melakukan penjaringan berdasarkan kombinasi dari aspirasi para kader dan masyarakat, serta menimbang dari hasil survei. Berapa elektabilitas, berapa popularitas dari calon, baru kami usulkan ke DPP,” lanjutnya.

Selain nama capres yang telah disebutkan tadi, Nurcahyo menjelaskan perihal Rakernas NasDem sengaja dilaksanakan karena hingga kini partai yang dipimpin oleh Surya Paloh itu belum menentukan koalisi dengan partai lain.

“Rakernas ini diadakan karena sebelumnya kami dari partai NasDem ingin melaksanakan konvensi untuk mencari calon pemimpin negara ini, calon presiden. Namun, karena koalisi tidak ada, jadi jalan terbaik adalah kita mengadakan Rakernas,” jelasnya.

“Adapun, fungsi Rakernas selain merumuskan strategi besar pemenangan partai, juga diisi materi-materi luar biasa dari narasumber yang akan dirumuskan menjadi suatu program besar partai NasDem,” sambungnya.

Seperti diketahui, dalam Rakernas Partai NasDem ini, sejumlah nama capres telah muncul. Mulai dari Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, Jenderal Andika Perkasa, Erick Thohir, Rachmat Gobel, hingga Menteri Kehutanan Siti Nurbaya.

Namun, semua nama tadi akan dikerucutkan menjadi satu nama yang diumumkan oleh Ketum Partai NasDem Surya Paloh pada penutupan rakernas, Jumat (17/6/2022) malam.

“DPW seluruh Indonesia juga mengusulkan siapa calon presiden yang diusulkan dari masing-masing wilayah. Ini diajukan jadi tiga nama besar yang akan dipilih ketua umum yang memiliki hak preogratif untuk memilih capres, sehingga akan dikomunikasikan ke partai-partai politik yang nantinya menjadi koalisi,” tutupnya.

Penulis: Alamsyah Editor: Ceppy F. Bachtiar

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi