Nalar.ID

Ketua MPR: Masyarakat Jangan Takut Simpan Uang di Bank

Nalar.ID, Jakarta – Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan, masyarakat tak perlu kuatir menyimpan uang di bank konvensional atau bank syariah yang beroperasi di seluruh wilayah Indonesia.

Karena ada LPS yang menjamin simpanan nasabah yang berbentuk tabungan, deposito, giro, sertifikat deposito, giro wadiah, tabungan wadiah, tabungan mudharabah, dan deposito mudharabah.

“Nilai simpanan yang dijamin LPS paling tinggi Rp 2 miliar per nasabah per bank sejak tanggal 13 Oktober 2008. Jika nasabah punya beberapa rekening simpanan pada satu bank, maka untuk menghitung simpanan yang dijamin, saldo seluruh rekening tersebut dijumlahkan. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir menabung di bank. Selain dijamin keamanan, tabungan masyarakat di bank juga bisa digunakan oleh bank untuk membiayai berbagai proyek pembangunan nasional yang berkontribusi bagi kemajuan bangsa,” ujar Bamsoet usai menerima Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, di Jakarta, Kamis (14/10/21).

Ia menjelaskan, per Juli 2021, LPS mencatat kenaikan jumlah rekening simpanan nasabah mencapai 12,6 persen atau naik sebanyak 40.251.228 rekening year-on-year (yoy) menjadi 359.949.911 rekening.

Data ini berdasarkan pada distribusi simpanan per Juli 2021 pada 107 bank umum. Terdiri atas 95 bank umum konvensional dan 12 syariah.

“Dari sisi nominal, simpanan nasabah naik sekitar Rp 650 triliun sekitar 10,18 persen secara yoy dari Rp 6.388 triliun per Juli 2020 menjadi Rp 7.038 triliun per Juli 2021. Distribusi kenaikan simpanan nasabah yoy terpantau cukup merata. Per Juli 2021, semua kategori (tier) simpanan mengalami pertumbuhan positif. Pertumbuhan tertinggi terjadi pada tier dengan saldo rekening di atas Rp 5 miliar. Hal ini menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat kepada industri perbankan nasional,” jelas Bamsoet.

Ia turut mendukung kebijakan LPS dalam menurunkan tingkat bunga penjaminan LPS bagi bank umum dan BPR masing masing sebesar 50 bps untuk rupiah dan 25 bps untuk simpanan valas di bank umum.

Langkah ini diambil dengan mempertimbangkan arah suku bunga pasar yang menurun, kondisi makro ekonomi dan SSK yang terkendali, serta prospek likuiditas perbankan yang stabil dan cenderung tetap longgar.

Penulis: Febriansyah | Editor: Febriansyah

Komentar

Ikuti Kami

Kami nalar, punya alasan informasi tak ditelan mentah. Mari, sama-sama bernalar.

Nalar.ID | Cerdas Menginspirasi